Penulis Dimaz Bromo FM Minggu 24/05/2015 SUMBERASIH - Setelah melakukan pembinaan dan bimbingan tentang Gerakan Sayang Ibu (GSI...
Penulis Dimaz Bromo FM
Minggu 24/05/2015
SUMBERASIH - Setelah melakukan pembinaan dan bimbingan tentang Gerakan Sayang Ibu (GSI) beberapa bulan lalu, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Probolinggo bersama dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait melaksanakan penilaian dalam lomba GSI tingkat Kabupaten Probolinggo Tahun 2015.
Kegiatan dilaksanakan tim penilaian terdiri dari unsur BPPKB, Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Pokja IV TP PKK Kabupaten Probolinggo.
Penilaian lomba GSI ini diikuti oleh lima desa di lima kecamatan. Yaitu, Desa Ambulu Kecamatan Sumberasih, Desa Kedungrejoso Kecamatan Kotaanyar, Desa Asembagus Kecamatan Kraksaan, Desa Ganting Wetan Kecamatan Maron dan Desa Tanjung Kecamatan Pajarakan.
Penilaian GSI ini dilakukan sebagai upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Hal itu merupakan bentuk tanggung jawab dan masih dihadapkan dengan berbagai kendala terkait masalah pelayanan kesehatan reproduksi yang masih minim dan dapat dilihat dari tingginya AKI dan AKB.
Kepala BPPKB Kabupaten Probolinggo dr Endang Astuti melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Amalia Etiq Primahayu mengatakan, tujuan dari penilaian GSI ini untuk meningkatkan pengetahuan, kepedulian dan peran serta masyarakat dalam upaya mempercepat penurunan AKI dan AKB.
“GSI adalah suatu gerakan yang dilaksanakan masyarakat bekerja sama dengan pemerintah untuk peningkatan kualitas hidup perempuan melalui berbagai kegiatan yang mempunyai dampak terhadap upaya penurunan AKI dan AKB,” ujarnya.
Pelaksanaan GSI merupakan program kerja pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sekaligus mendukung tercapainya target Millenium Development Golds (MDG’s) dalam pelayanan kesehatan reproduksi yang masih minim dan dapat dilihat dari tingginya AKI dan AKB. (maz/drs)
Kegiatan dilaksanakan tim penilaian terdiri dari unsur BPPKB, Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Pokja IV TP PKK Kabupaten Probolinggo.
Penilaian lomba GSI ini diikuti oleh lima desa di lima kecamatan. Yaitu, Desa Ambulu Kecamatan Sumberasih, Desa Kedungrejoso Kecamatan Kotaanyar, Desa Asembagus Kecamatan Kraksaan, Desa Ganting Wetan Kecamatan Maron dan Desa Tanjung Kecamatan Pajarakan.
Penilaian GSI ini dilakukan sebagai upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Hal itu merupakan bentuk tanggung jawab dan masih dihadapkan dengan berbagai kendala terkait masalah pelayanan kesehatan reproduksi yang masih minim dan dapat dilihat dari tingginya AKI dan AKB.
Kepala BPPKB Kabupaten Probolinggo dr Endang Astuti melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Amalia Etiq Primahayu mengatakan, tujuan dari penilaian GSI ini untuk meningkatkan pengetahuan, kepedulian dan peran serta masyarakat dalam upaya mempercepat penurunan AKI dan AKB.
“GSI adalah suatu gerakan yang dilaksanakan masyarakat bekerja sama dengan pemerintah untuk peningkatan kualitas hidup perempuan melalui berbagai kegiatan yang mempunyai dampak terhadap upaya penurunan AKI dan AKB,” ujarnya.
Pelaksanaan GSI merupakan program kerja pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sekaligus mendukung tercapainya target Millenium Development Golds (MDG’s) dalam pelayanan kesehatan reproduksi yang masih minim dan dapat dilihat dari tingginya AKI dan AKB. (maz/drs)



COMMENTS