Penulis Dimaz Bromo FM Minggu 10/05/2015 KRAKSAAN – Nilai sebuah pekerjaan seseorang yang bekerja untuk dirinya sendiri adalah n...
Penulis Dimaz Bromo FM
Minggu 10/05/2015
KRAKSAAN – Nilai sebuah pekerjaan seseorang yang bekerja untuk dirinya sendiri adalah normal. Tetapi orang yang bekerja mengabdikan diri untuk tugas kemanusiaan membantu masyarakat adalah tugas yang sangat mulia.
Seperti yang dijalani Nanik Nurhayani, bidan yang bertugas di Polindes Desa Bulu Kecamatan Kraksaan. “Dari awal bekerja sebagai pelayan kesehatan masyarakat, saya bertekad semaksimal mungkin agar bisa membantu meringankan penderitaan masyarakat di bidang kesehatan,” ungkapnya.
Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Abdurrahman dan Sujarya ini mengaku, menjadi seorang bidan harus dapat melayani kesehatan masyarakat dengan baik. Sehingga keberadaannya bisa berguna baik bagi dirinya maupun orang lain.
“Jika masyarakat bisa terlayani dengan baik, maka ilmu yang sudah didapat selama sekolah benar-benar bermanfaat terutama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” jelasnya.
Perempuan kelahiran Lumajang, 21 Januari 1974 ini menerangkan, seorang bidan harus siap dalam melayani kesehatan masyarakat tanpa mengenal waktu. “Kesehatan itu sangatlah mahal harganya. Dari itu kepada masyarakat haruslah menjaga kesehatannya terutama kesehatan bagi ibu dan anak,” terangnya.
Alumni Akademi Kebidanan Hafshawaty Zainul Hasan Genggong ini meminta masyarakat menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan yang telah disediakan pemerintah dalam menjaga kesehatannya.
“Untuk meningkatkan umur harapan hidup dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi, lakukanlah pemeriksaan sedini mungkin kesehatannya di pelayanan posyandu,” pungkasnya. (maz/drs)
Seperti yang dijalani Nanik Nurhayani, bidan yang bertugas di Polindes Desa Bulu Kecamatan Kraksaan. “Dari awal bekerja sebagai pelayan kesehatan masyarakat, saya bertekad semaksimal mungkin agar bisa membantu meringankan penderitaan masyarakat di bidang kesehatan,” ungkapnya.
Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Abdurrahman dan Sujarya ini mengaku, menjadi seorang bidan harus dapat melayani kesehatan masyarakat dengan baik. Sehingga keberadaannya bisa berguna baik bagi dirinya maupun orang lain.
“Jika masyarakat bisa terlayani dengan baik, maka ilmu yang sudah didapat selama sekolah benar-benar bermanfaat terutama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” jelasnya.
Perempuan kelahiran Lumajang, 21 Januari 1974 ini menerangkan, seorang bidan harus siap dalam melayani kesehatan masyarakat tanpa mengenal waktu. “Kesehatan itu sangatlah mahal harganya. Dari itu kepada masyarakat haruslah menjaga kesehatannya terutama kesehatan bagi ibu dan anak,” terangnya.
Alumni Akademi Kebidanan Hafshawaty Zainul Hasan Genggong ini meminta masyarakat menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan yang telah disediakan pemerintah dalam menjaga kesehatannya.
“Untuk meningkatkan umur harapan hidup dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi, lakukanlah pemeriksaan sedini mungkin kesehatannya di pelayanan posyandu,” pungkasnya. (maz/drs)



COMMENTS