Penulis Wawan Bromo FM Minggu 03/05/2015 SUMBERASIH - Ada yang menarik dan lain pada peringatan Hari Pendidikan Nasioanal (Hardiknas...
Penulis Wawan Bromo FM
Minggu 03/05/2015
SUMBERASIH - Ada yang menarik dan lain pada peringatan Hari Pendidikan Nasioanal (Hardiknas) tahun 2015 yang digelar oleh Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan PGRI Kecamatan Sumberasih di halaman SMPN 1 Sumberasih, Sabtu (2/5) pagi.
Sebelum upacara dilaksanakan, peringatan Hardiknas yang digelar secara sederhana tersebut diwarnai dengan Tari Kiprah Glipang massal yang dibawakan oleh siswa dan siswi SDN Lemahkembar. Ikut memeriahkan pula penampilan pencak silat Jihatsu dari siswa dan siswi SDN Pesisir 1.
Bertindak sebagai inspektur upacara Camat Sumberasih Ugas Irwanto. Sementara petugas upacara adalah siswa dan siswi SMPN 1 Sumberasih. Dimana pemimpin upacaranya adalah Anggi Putri Kusuma.
Ketua PGRI Cabang Kecamatan Sumberasih Mujiman mengatakan tari massal ini merupakan gagasan untuk mempertahankan budaya asli Indonesia dari desakan budaya barat. Pasalnya, saat ini generasi muda lebih banyak dekat dengan budaya barat dibanding budaya sendiri. “Lewat tari yang digelar bersamaan peringatan Hardiknas ini setidaknya nanti mampu memberi tauladan kepada generasi muda,” ungkapnya.
Sementara Kepala Cabang Dispendik Kecamatan Sumberasih Supandi mengungkapkan kegiatan menari massal memperingati Hardiknas ini dilakukan sebagai upaya untuk melestarikan budaya. “Pada momentum Hardiknas ini diharapkan seni budaya tradisional bisa terus dikembangkan di masing-masing sekolah,” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua MKKS Kecamatan Sumberasih Busro. Menurutnya, dengan peringatan Hardiknas ini pihaknya ingin menanamkan tradisi seni budaya daerah kepada para siswa. “Kami juga ingin agar seni budaya tradisional ini bisa terus dilestarikan melalui keterlibatan guru di masing-masing lembaga,” katanya.
Penampilan tari Kiprah Glipang massal ini disambut positif oleh Camat Sumber Ugas Irwanto. Menurutnya, tarian tradisional menyimpan filosofi dan mencerminkan karakter bangsa. Oleh karena itulah, jika tarian tradisional terus dilestarikan dengan cara dikembangkan di sekolah, maka para siswa secara tidak langsung telah mempelajari filosofinya dan membentuk jatidiri yang sesuai dengan karakter bangsa.
“Tari Kiprah Glipang massal ini mencerminkan sebuah kebersamaan. Dengan kebersamaan semua pihak, ke depan dunia pendidikan di Kecamatan Sumberasih bisa lebih baik lagi dan prestasinya lebih meningkat dibandingkan sebelumnya,” ungkapnya.
Usai upacara, Camat Sumberasih Ugas Irwanto memberikan reward sebagai bentuk motivasi dan penghargaan kepada petugas upacara peringatan Hardiknas yang sudah melaksanakan tugas dengan baik. (wan/drs)
Sebelum upacara dilaksanakan, peringatan Hardiknas yang digelar secara sederhana tersebut diwarnai dengan Tari Kiprah Glipang massal yang dibawakan oleh siswa dan siswi SDN Lemahkembar. Ikut memeriahkan pula penampilan pencak silat Jihatsu dari siswa dan siswi SDN Pesisir 1.
Bertindak sebagai inspektur upacara Camat Sumberasih Ugas Irwanto. Sementara petugas upacara adalah siswa dan siswi SMPN 1 Sumberasih. Dimana pemimpin upacaranya adalah Anggi Putri Kusuma.
Ketua PGRI Cabang Kecamatan Sumberasih Mujiman mengatakan tari massal ini merupakan gagasan untuk mempertahankan budaya asli Indonesia dari desakan budaya barat. Pasalnya, saat ini generasi muda lebih banyak dekat dengan budaya barat dibanding budaya sendiri. “Lewat tari yang digelar bersamaan peringatan Hardiknas ini setidaknya nanti mampu memberi tauladan kepada generasi muda,” ungkapnya.
Sementara Kepala Cabang Dispendik Kecamatan Sumberasih Supandi mengungkapkan kegiatan menari massal memperingati Hardiknas ini dilakukan sebagai upaya untuk melestarikan budaya. “Pada momentum Hardiknas ini diharapkan seni budaya tradisional bisa terus dikembangkan di masing-masing sekolah,” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua MKKS Kecamatan Sumberasih Busro. Menurutnya, dengan peringatan Hardiknas ini pihaknya ingin menanamkan tradisi seni budaya daerah kepada para siswa. “Kami juga ingin agar seni budaya tradisional ini bisa terus dilestarikan melalui keterlibatan guru di masing-masing lembaga,” katanya.
Penampilan tari Kiprah Glipang massal ini disambut positif oleh Camat Sumber Ugas Irwanto. Menurutnya, tarian tradisional menyimpan filosofi dan mencerminkan karakter bangsa. Oleh karena itulah, jika tarian tradisional terus dilestarikan dengan cara dikembangkan di sekolah, maka para siswa secara tidak langsung telah mempelajari filosofinya dan membentuk jatidiri yang sesuai dengan karakter bangsa.
“Tari Kiprah Glipang massal ini mencerminkan sebuah kebersamaan. Dengan kebersamaan semua pihak, ke depan dunia pendidikan di Kecamatan Sumberasih bisa lebih baik lagi dan prestasinya lebih meningkat dibandingkan sebelumnya,” ungkapnya.
Usai upacara, Camat Sumberasih Ugas Irwanto memberikan reward sebagai bentuk motivasi dan penghargaan kepada petugas upacara peringatan Hardiknas yang sudah melaksanakan tugas dengan baik. (wan/drs)


COMMENTS