Penulis Dimaz Bromo FM Sabtu 16/05/2015 BANYUAYAR – Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menyukseskan program pembangunan di Kab...
Penulis Dimaz Bromo FM
Sabtu 16/05/2015
BANYUAYAR – Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menyukseskan program pembangunan di Kabupaten Probolinggo. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Banyuanyar dengan menerapkan metode sosialisasi di forum pengajian dan istighotsah Muslimat NU. Di majelis informal tersebut, sering sekali dilakukan sosialisasi terkait program pembangunan yang dicanangkan oleh Pemkab Probolinggo.Rabu (13/5) kemarin, ratusan anggota pengajian Muslimatan yang terdiri dari beberapa unsur mulai dari Muslimat NU, PKK, Dharma Wanita Persatuan dan Fatayat NU Kecamatan Banyuanyar mengadakan istighotsah di Pendopo Kecamatan Banyuanyar. Selain itu ada juga unsur dari IGRA, Himpaudi, IGTKI, bidan desa, kader posyandu dan karyawati di lingkungan Kecamatan Banyuanyar.
Istighotsah ini dikemas berbeda dengan isthighotsah lainnya. Tidak hanya dzikir dan do’a yang dipanjatkan, peserta juga mendapat materi latihan. Sebelum mendengar tausyiah dari Nyai Hj Mahtumah, peserta muslimatan mendapatkan informasi program pembangunan berupa pelatihan usaha produktif dari Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo Andjar Noermala.
Ketua TP PKK Kecamatan Banyuanyar Rita Sunia Didik Abdul Rohim mengatakan ada dua hal yang diharapkan dari kegiatan tersebut. Pertama menguatkan keimanan kaum muslimat yang notabene ibu rumah tangga. Diharapkan muslimat mampu memberikan dampak positif dan membentengi keluarganya dari hal-hal yang negatif.
“Muslimat atau ibu rumah tangga sangat berperan penting dalam kehidupan bangga ini. Dari obrolan ruang keluargalah, ibu dapat memberikan motivasi bagi suami dan anak-anaknya untuk berbuat hal positif. Mereka juga dapat menjadi benteng bagi keluarga,” ujarnya.
Sementara sasaran kedua adalah memberdayakan kaum muslimat dengan program pembangunan Pemkab Probolinggo. Dimana muslimat diajak untuk mengembangkan ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan di desa. Semisal di bidang kerajinan, tata busana, kesenian dan tata boga.
Hal senada juga disampaikan Camat Banyuanyaar Didik Abdul Rohim. Dalam kesempatan tersebut dirinya mengajak kaum Muslimat untuk berdzikir dan berfikir agar pertumbuhan pembangunan seimbang dengan perekonomian masyarakat. “Setidaknya Mereka dapat mengembangkan kerajinan, semisal batik, bordir atau dengan mengembangkan olahan makanan,” ujarnya.
Lelaki asal Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan ini berharap kegiatan yang dilaksanakan tiap bulan tersebut mampu memberikan dampaik positif. Sehingga mampu mengangkat taraf ekonomi dan derajat warga di Kecamatan Banyuanyar. (maz/drs)


COMMENTS