Penulis Wawan Bromo FM Rabu 13/05/2015 KRAKSAAN – Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Kabupaten Probolinggo, Selasa (12/5) melak...
Penulis Wawan Bromo FM
Rabu 13/05/2015
KRAKSAAN – Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Kabupaten Probolinggo, Selasa (12/5) melakukan sosialisasi program Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera (Jalin Matra) dan Implementasi Program Hidup Aman Tentram Indah Menuju Masyarakat Sejahtera (Hati Mesra) di Gedung Djojolelono Kabupaten Probolinggo. Secara resmi sosialisasi ini dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko.Sosialisasi ini diikuti oleh 170 orang peserta terdiri dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) selaku anggota Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TPKD) Kabupaten Probolinggo, Camat dan Ketua TP PKK Kecamatan serta Kasi Pembangunan Kecamatan, Kepala Desa, Ketua BPD, Ketua LKD, KPM penerima Jalin Matra dan Ketua Pokmas Pelatihan Hati Mesra dan Pendamping Desa.
Kepala Bapemas Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan ketahanan ekonomi RTSM (Rumah Tangga Sangat Miskin) dan meningkatkan pendapatan rumah tangga sasaran. “Meningkatkan aksebilitas bagi rumah tangga sasaran pada usaha ekonomi produktif,” ungkapnya.
Sementara Wabup Timbul mengatakan program Jalin Matra Provinsi Jawa Timur tahun 2015 selaras dengan visi Kabupaten Probolinggo terutama untuk mensejahterakan masyarakat. Bantuan RTSM, PFK (Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan) dan PK2 (Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan), sangat sejalan dengan program kemiskinan di Kabupaten Probolinggo melalui pelatihan usaha ekonomi produktif.
“Untuk jenis pelatihan usaha ekonomi produktif disesuaikan dengan kebutuhan Rumah Tangga Miskin (RTM) dan potensi daerah berbasis kondisi geografis wilayah yaitu dataran tinggi, dataran menengah dan dataran rendah/pesisir,” ungkapnya.
Menurut Wabup Timbul pengentasan kemiskinan harus dilakukan dengan mengubah paradigma penanganannya. Sebab jika sudah demikian maka jumlah kemiskinan akan berkurang dengan cepat. Tetapi kalau masih tetap seperti saat ini, maka butuh waktu beberapa tahun untuk mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Probolinggo.
“SKPD itu sudah harus tahu program itu dibuat untuk siapa dan dimana sasarannya. Sehingga programnya bisa merata dan tepat sasaran. Kegiatan itu harus ada dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Marilah bersama-sama mengubah paradigma lama kepada paradigma baru dalam penanganan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Timbul menyerahkan bantuan peralatan pelatihan sekaligus meninjau pelaksanaan pelatihan yang diikuti sedikitnya 130 peserta dari beberapa desa di Kabupaten Probolinggo. (wan/drs)


COMMENTS