Penulis Wawan Bromo FM Minggu 10/05/2015 SUKAPURA - Aktivitas membatik semakin digemari warga Kabupaten Probolinggo. Selain moti...
Penulis Wawan Bromo FM
Minggu 10/05/2015
SUKAPURA
- Aktivitas
membatik semakin digemari warga Kabupaten Probolinggo. Selain motif dan
coraknya bervariasi, harga kain batik juga terjangkau. Bahkan keterampilan
membatik juga dipelajari para siswa seperti di SDN Wonokerto 1 Kecamatan
Sukapura.
Minggu 10/05/2015
SUKAPURA
- Aktivitas
membatik semakin digemari warga Kabupaten Probolinggo. Selain motif dan
coraknya bervariasi, harga kain batik juga terjangkau. Bahkan keterampilan
membatik juga dipelajari para siswa seperti di SDN Wonokerto 1 Kecamatan
Sukapura.
Suasana
SDN Wonokerto 1 Kecamatan Sukapura setiap Sabtu terlihat berbeda daripada
biasanya. Dimana saat itu, para siswa kelas 4, 5 dan 6 sedang mengikuti ekstrakurikuler
keterampilan membatik.
Tidak
hanya sekadar materi, para siswa ini juga langsung praktik membatik didampingi
guru pembimbing. Dengan cekatan, mereka mewarnai motif yang sudah dibuat
sebelumnya. Sesekali mereka yang tidak mengerti langsung bertanya kepada guru
pembimbingnya.
Kepala SDN Wonokerto 1
Suerlina mengungkapkan, pelatihan keterampilan membatik ini dilakukan sejak
tahun 2013 silam. Kegiatan ini dimaksudkan untuk melestarikan budaya daerah.
Apalagi sekolah yang dipimpinnya berada di lereng Gunung Bromo yang setiap
harinya dilalui oleh para wisatawan.
“Ada dua jenis batik yang
diajarkan kepada siswa, yakni batik jumputan dan batik tulis. Khusus untuk
batik tulis, sudah ada beberapa motif yang dihasilkan. Seperti motif
strawberry, Bromo dan alam. Intinya motifnya diambil dengan mengangkat potensi
lokal,” ungkapnya.
Perempuan kelahiran
Probolinggo, 12 Januari 1968 ini menjelaskan, pelatihan membatik ini bertujuan
melatih anak didik kreatif sebagai upaya pendidikan keterampilan dalam
mengembangkan bakat dan minat anak didiknya.
“Dengan kegiatan ini
nantinya anak-anak mengetahui cara membatik sehingga bisa praktik langsung. Nanti
pengembangan ke depannya bisa sebagai oleh-oleh yang diwujudkan dalam bentuk
souvenir daerah wisata kawasan gunung Bromo,” jelasnya.
Menurut perempuan yang
pernah menjadi guru di SDN Sukapura 2 ini, sebagian besar anak didiknya sudah
mulai terampil membatik. Dimana untuk batik jumputan, dalam sehari bisa
menghasilkan 16 potong. Jika lebih dimaksimalkan lagi, maka sehari bisa
menghasilkan 50 potong.
“Kalau batik tulis, satu
potong bisa selesai dalam seminggu dan itu pun tergantung kepada sinar
matahari. Kalau setiap hari mendung, maka prosesnya akan semakin lama.
Pasalnya, siswa harus belajar dari membuat desain, memindahkan ke kain,
nyanting, proses pewarnaan hingga plorotan,” terangnya. (wan/drs)


COMMENTS