Penulis Wawan Bromo FM Kamis 21/05/2015 KRAKSAAN - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H Moch. Nawi, Kamis (21/...
Penulis Wawan Bromo FM
Kamis 21/05/2015
KRAKSAAN - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H Moch. Nawi, Kamis (21/5) membuka Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV (Diklatpim IV) Pola Kemitraan Provinsi Jawa Timur Angkatan LX Tahun 2015 di ruang pertemuan Tengger Setda Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan itu dihadiri Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepemimpinan Badan Diklat Provinsi Jawa Timur Bagus Pujiono dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo Abdul Halim serta perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
Peserta Diklatpim IV berjumlah 30 PNS terdiri dari 16 orang laki-laki dan 14 orang perempuan. Diklatpim berlangsung 97 hari efektif (21 Mei-11 September) di kompleks Diklat Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo.
Tenaga pengajar/widyaiswara dalam Diklatpim Tingkat IV ini berasal dari widyaiswara/pengajar Badan Diklat Provinsi Jawa Timur, perguruan tinggi dan pejabat Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
Dalam sambutannya Sekda Nawi mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi. Sebab seorang PNS harus memiliki pengetahuan, keterampilan dan etika untuk melayani masyarakat. ”Ini amanah tolong dijaga dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Artinya, semua nantinya bisa lulus,” ungkapnya.
Menurut Sekda Nawi, kegiatan ini harus diikuti dengan disiplin. Memang disiplin ini awalnya berat sekali, tetapi bagi yang tidak terbiasa. Bagi yang biasa dan sadar bahwa disiplin menjadi kewajiban, tentunya tidakm ada masalah.
”Bagi yang belum harus dipaksa supaya menjadi terpaksa. Sehingga nantinya akan bisa dan menjadi kebiasaan. Kalau sudah menjadi kebiasaan akan menjadi budaya yang selanjutnya bisa membentuk karakter,” jelasnya.
Mantan Inspektur ini menegaskan bahwa disiplin dibangun dengan kesadaran dan keteladanan. Apalagi keteladanan sangat diperlukan di suatu instansi. ”Keteladanan ini sangat penting supaya nantinya bisa menjadi panutan. Sebab seorang pemimpin harus menjadi agen perubahan di lingkungan kerjanya,” tegasnya.
Sementara Bagus Pujiono mengaskan bahwa PNS dituntut untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensinya dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. ”Birokrasi harus mampu membangun kepercayaan publik, kepercayaan publik dapat terwujud bila pemerintah mempunyai aparatur yang berdisplin, bertanggung jawab dan memiliki kepedulian lingkungan,” tegasnya.
Sedangkan Abdul Halim mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas jabatan struktural eselon IV secara profesional dengan kepribadian dan etika PNS sesuai kebutuhan instansinya. Di samping menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
”Selain itu memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan, pengayoman dan pemberdayaan masyarakat serta menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya kepemerintahan yang baik,” ungkapnya. (wan/drs)
Kegiatan itu dihadiri Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepemimpinan Badan Diklat Provinsi Jawa Timur Bagus Pujiono dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo Abdul Halim serta perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
Peserta Diklatpim IV berjumlah 30 PNS terdiri dari 16 orang laki-laki dan 14 orang perempuan. Diklatpim berlangsung 97 hari efektif (21 Mei-11 September) di kompleks Diklat Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo.
Tenaga pengajar/widyaiswara dalam Diklatpim Tingkat IV ini berasal dari widyaiswara/pengajar Badan Diklat Provinsi Jawa Timur, perguruan tinggi dan pejabat Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
Dalam sambutannya Sekda Nawi mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi. Sebab seorang PNS harus memiliki pengetahuan, keterampilan dan etika untuk melayani masyarakat. ”Ini amanah tolong dijaga dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Artinya, semua nantinya bisa lulus,” ungkapnya.
Menurut Sekda Nawi, kegiatan ini harus diikuti dengan disiplin. Memang disiplin ini awalnya berat sekali, tetapi bagi yang tidak terbiasa. Bagi yang biasa dan sadar bahwa disiplin menjadi kewajiban, tentunya tidakm ada masalah.
”Bagi yang belum harus dipaksa supaya menjadi terpaksa. Sehingga nantinya akan bisa dan menjadi kebiasaan. Kalau sudah menjadi kebiasaan akan menjadi budaya yang selanjutnya bisa membentuk karakter,” jelasnya.
Mantan Inspektur ini menegaskan bahwa disiplin dibangun dengan kesadaran dan keteladanan. Apalagi keteladanan sangat diperlukan di suatu instansi. ”Keteladanan ini sangat penting supaya nantinya bisa menjadi panutan. Sebab seorang pemimpin harus menjadi agen perubahan di lingkungan kerjanya,” tegasnya.
Sementara Bagus Pujiono mengaskan bahwa PNS dituntut untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensinya dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. ”Birokrasi harus mampu membangun kepercayaan publik, kepercayaan publik dapat terwujud bila pemerintah mempunyai aparatur yang berdisplin, bertanggung jawab dan memiliki kepedulian lingkungan,” tegasnya.
Sedangkan Abdul Halim mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas jabatan struktural eselon IV secara profesional dengan kepribadian dan etika PNS sesuai kebutuhan instansinya. Di samping menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
”Selain itu memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan, pengayoman dan pemberdayaan masyarakat serta menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya kepemerintahan yang baik,” ungkapnya. (wan/drs)



COMMENTS