Penulis Wawan Bromo FM Minggu 03/05/2015 TONGAS – SDN Tongas Wetan 2 Kecamatan Tongas mempunyai cara tersendiri dalam memeriahk...
Penulis Wawan Bromo FM
Minggu 03/05/2015
TONGAS – SDN Tongas Wetan 2 Kecamatan Tongas mempunyai cara tersendiri dalam memeriahkan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2015. Salah satunya dengan menggelar kontes cak dan ning yang diikuti oleh siswa dan siswi dengan menggunakan pakaian adat khas Jawa Timuran, Sabtu (2/5).
Kontes cak dan ning ini diikuti oleh 36 pasangan yang merupakan perwakilan dari 12 kelas. Dimana masing-masing kelas mengirimkan 3 (tiga) pasangan wakilnya. Dalam kesempatan tersebut mereka berjalan seperti layaknya mengikuti fashion show dan maju ke depan dewan juri untuk mendapatkan pertanyaan untuk bidang agama, pengetahuan, bahasa Inggris dan Matematika.
Kepala SDN Tongas Wetan 2 Miftahurrohma mengungkapkan selain untuk memperingati Hardiknas, kontes cak dan ning ini bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang tangguh, jujur, berwawasan luas dan mengerti jati diri.
“Jika dikaitkan dengan pendidikan, kontes ini dimaksudkan supaya anak-anak memahami benar budaya daerahnya, kecerdasan dan pengetahuannya meningkat. Dengan adanya arus globalisasi saat ini, kami ingin menanamkan kepada anak didik tentang jati diri budaya daerah,” ungkapnya.
Menurut Miftah, ada dua kategori kriteria penilaian dalam kontes cak dan ning ini. Untuk kategori fashion show, kriteria penilaian difokuskan kepada keluwesan (cara berjalan), keserasian busana pasangan dan percaya diri. Sementara untuk kategori pengetahuan, difokuskan kepada kecepatan dan ketepatan saat menjawab pertanyaan dewan juri.
“Dengan adanya kontes cak dan ning ini, kami berharap agar anak didik ke depan bisa menjadi generasi muda yang tangguh dan jujur serta mampu mengenal budaya daerahnya. Sebab budaya daerah itu merupakan jati diri bangsa yang harus terus dilestarikan,” harapnya. (wan/drs)
Kontes cak dan ning ini diikuti oleh 36 pasangan yang merupakan perwakilan dari 12 kelas. Dimana masing-masing kelas mengirimkan 3 (tiga) pasangan wakilnya. Dalam kesempatan tersebut mereka berjalan seperti layaknya mengikuti fashion show dan maju ke depan dewan juri untuk mendapatkan pertanyaan untuk bidang agama, pengetahuan, bahasa Inggris dan Matematika.
Kepala SDN Tongas Wetan 2 Miftahurrohma mengungkapkan selain untuk memperingati Hardiknas, kontes cak dan ning ini bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang tangguh, jujur, berwawasan luas dan mengerti jati diri.
“Jika dikaitkan dengan pendidikan, kontes ini dimaksudkan supaya anak-anak memahami benar budaya daerahnya, kecerdasan dan pengetahuannya meningkat. Dengan adanya arus globalisasi saat ini, kami ingin menanamkan kepada anak didik tentang jati diri budaya daerah,” ungkapnya.
Menurut Miftah, ada dua kategori kriteria penilaian dalam kontes cak dan ning ini. Untuk kategori fashion show, kriteria penilaian difokuskan kepada keluwesan (cara berjalan), keserasian busana pasangan dan percaya diri. Sementara untuk kategori pengetahuan, difokuskan kepada kecepatan dan ketepatan saat menjawab pertanyaan dewan juri.
“Dengan adanya kontes cak dan ning ini, kami berharap agar anak didik ke depan bisa menjadi generasi muda yang tangguh dan jujur serta mampu mengenal budaya daerahnya. Sebab budaya daerah itu merupakan jati diri bangsa yang harus terus dilestarikan,” harapnya. (wan/drs)


COMMENTS