Penulis Dimaz Bromo FM Minggu 10/05/2015 KRAKSAAN – Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Kantor Perpustakaan Umu...
Penulis Dimaz Bromo FM
Minggu 10/05/2015
Demi mewujudkan hal tersebut, Perpusda tengah berupaya melakukan penyatuan data induk perpustakaan yang akuntabel. Hal ini didukung dengan penerapan sistem otomasi perpustakaan yang menggunakan software Integrated Library System (Inlis) atau sistem perpustakaan terpadu.
“Sejak tahun 2012 lalu Perpusda sudah menerapkan otomasi perpustakaan dengan aplikasi Inlis. Kami mengharapkan semua perpustakaan sekolah, madrasah, perguruan tinggi dan desa juga menggunakan aplikasi Inlis,” ungkap Kepala Kantor Perpusda Santoso.
Mantan Kabag Kominfo ini menerangkan dengan menggunakan aplikasi Inlis, maka nantinya ada kesamaan data yang akan disatukan dalam server di Kantor Perpusda Kabupaten Probolinggo.
“Katalog online yang selama ini ada di situs Perpusda nantinya bisa menjadi katalog induk. Ini merupakan bagian dalam pengembangan perpustakaan yang sedang kami lakukan demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Penggunaan aplikasi Inlis oleh seluruh perpustakaan ini merupakan langkah awal dari upaya penyatuan data induk perpustakaan. Selanjutnya masing-masing perpustakaan harus menyiapkan sarana dan prasarananya. Sementara Kantor Perpusda Kabupaten Probolinggo akan membantu instalasinya.
“Penyatuan data induk perpustakaan ini bertujuan sebagai upaya perpustakaan dalam hal memasyarakatkan minat baca di Kabupaten Probolinggo, baik melalui lembaga pendidikan maupun tingkat desa,” terangnya.
Untuk penyatuan data induk perpustakaan ini, kata Santoso, semua perpustakaan di Kabupaten Probolinggo melakukan input data perpustakaan masing-masing. Setelah terinput semua, data itu secara otomatis akan terupdate ke data induk Perpusda melalui jaringan internet.
“Hanya saja untuk aplikasi fitur-fitur penyatuan data secara online, kami masih menggunakan aplikasi dari Perpustakaan Nasional RI. Hanya saja belum semua sekolah memiliki aplikasi pendukung pengolahan data yang sesuai standar nasional perpustakaan,” pungkasnya. (maz/drs)


COMMENTS