Penulis Dimaz Bromo FM Rabu 20/05/2015 KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Rabu (20/5) pagi menggelar upacara...
Penulis Dimaz Bromo FM
Rabu 20/05/2015
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Rabu (20/5) pagi menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun 2015 secara bersamaan di Alun-alun Kota Kraksaan. Upacara ini dipimpin oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Probolinggo Asy’ari.
Peringatan Hardiknas dan Harkitnas yang diikuti oleh ratusan PNS, PGRI, siswa/siswi SMA, SMP dan Pramuka ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H. Moch. Nawi, Inspektur, Asisten, Staf Ahli dan sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Probolinggo.
Dalam kesempatan tersebut Asy’ari mengungkapkan bahwa tujuan peringatan Harkitnas adalah untuk terus memelihara, menumbuhkan dan menguatkan jiwa nasionalisme kebangsaan sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan, menegakkan nilai-nilai demokrasi berlandaskan moral dan etika berbangsa dan bernegara, mempererat persaudaraan untuk mempercepat terwujudnya visi dan misi sebagai bangsa yang maju dan sejahtera dalam bingkai NKRI.
“Manakala alur pikir peringatan Harkitnas dikaitkan dengan peringatan Hardiknas, kita akan menemukan fakta bahwa Republik Indonesia tercinta ini digagas oleh anak-anak muda terdidik dan tercerahkan,” ujarnya.
Menurut Asy’ari, pendidikan telah membuka mata dan kesadaran mereka untuk membangun sebuah negeri Bhinneka yang modern. Sebuah negara yang berakarkan adat dan budaya bangsa nusantara, beralaskan semangat gotong royong, tetapi mengedepankan dan menumbuhkembangkan prinsip kesejajaran dan kesatuan bagi sebuah negara modern.
“Pendidikan telah membuka pintu wawasan, menyalakan cahaya pengetahuan dan menguatkan pilar ketahanan moral. Persinggungan dengan pendidikanlah yang telah memungkinkan para perinstis kemerdekaan untuk memiliki gagasan yang besar yang melampaui zamannya,”
Mantan Kepala Dinas Pendidikan ini menegaskan semua harus sadar bahwa aset terbesar Indonesia bukan tambang, bukan gas, bukan minyak, bukan hutan maupun segala macam hasil bumi, aset terbesar bangsa ini adalah manusia Indonesia. Tanggung jawab kita sekarang adalah mengembangkan kualitas manusia Indonesia,” pungkasnya. (maz/drs
Peringatan Hardiknas dan Harkitnas yang diikuti oleh ratusan PNS, PGRI, siswa/siswi SMA, SMP dan Pramuka ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H. Moch. Nawi, Inspektur, Asisten, Staf Ahli dan sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Probolinggo.
Dalam kesempatan tersebut Asy’ari mengungkapkan bahwa tujuan peringatan Harkitnas adalah untuk terus memelihara, menumbuhkan dan menguatkan jiwa nasionalisme kebangsaan sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan, menegakkan nilai-nilai demokrasi berlandaskan moral dan etika berbangsa dan bernegara, mempererat persaudaraan untuk mempercepat terwujudnya visi dan misi sebagai bangsa yang maju dan sejahtera dalam bingkai NKRI.
“Manakala alur pikir peringatan Harkitnas dikaitkan dengan peringatan Hardiknas, kita akan menemukan fakta bahwa Republik Indonesia tercinta ini digagas oleh anak-anak muda terdidik dan tercerahkan,” ujarnya.
Menurut Asy’ari, pendidikan telah membuka mata dan kesadaran mereka untuk membangun sebuah negeri Bhinneka yang modern. Sebuah negara yang berakarkan adat dan budaya bangsa nusantara, beralaskan semangat gotong royong, tetapi mengedepankan dan menumbuhkembangkan prinsip kesejajaran dan kesatuan bagi sebuah negara modern.
“Pendidikan telah membuka pintu wawasan, menyalakan cahaya pengetahuan dan menguatkan pilar ketahanan moral. Persinggungan dengan pendidikanlah yang telah memungkinkan para perinstis kemerdekaan untuk memiliki gagasan yang besar yang melampaui zamannya,”
Mantan Kepala Dinas Pendidikan ini menegaskan semua harus sadar bahwa aset terbesar Indonesia bukan tambang, bukan gas, bukan minyak, bukan hutan maupun segala macam hasil bumi, aset terbesar bangsa ini adalah manusia Indonesia. Tanggung jawab kita sekarang adalah mengembangkan kualitas manusia Indonesia,” pungkasnya. (maz/drs



COMMENTS