Penulis Dimaz Bromo FM Sabtu 23/05/2015 KRAKSAAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Bagian Komunikasi dan Info...
Penulis Dimaz Bromo FM
Sabtu 23/05/2015
KRAKSAAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Bagian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama insan pers memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2015. HPN ke-69 bertema Peningkatan Peran Serta Lembaga Pers Daerah 2015 itu digelar di Gedung Djojolelono Kabupaten Probolinggo, Kamis (21/5).
Kegiatan yang dibuka Kepala Bagian Kominfo Yulius Christian ini diwarnai diskusi dengan narasumber Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur Drs H Akhmad Munir. Puluhan wartawan cetak maupun elektronik yang selama ini melakukan liputan di Kabupaten Probolinggo hadir dan aktif mengikuti diskusi.
Kepala Sub Bagian Kominfo Astri Tantrina Dewi mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta lembaga pers di Kabupaten Probolinggo dan meningkatkan siraturahim insan pers dengan Pemkab Probolinggo. Selain itu juga untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas insan pers menuju pers yang profesional.
“Harapannya agar insan pers, pemerintah daerah, dan masyarakat senantiasa menunjukkan komitmennya serta konsisten dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan pernyataan (deklarasi) wartawan di Kabupten Probolinggo. Intinya para insan media itu sepakat untuk menjadi wartawan yang profesional.
Mewakili wartawan di Kabupaten Probolinggo, Ikhsan Mahmudi mengatakan, momen HPN hendaknya bisa dijadikan sarana untuk meningkatkan kinerja wartawan. “Ibarat pesawat handphone, suatu ketika baterainya bisa low-batt atau soak sehingga perlu di-charge ulang. Wartawan pun perlu men-charge ulang pengetahuan dan wawasan jurnalistiknya,” ujar wartawan Surabaya Post itu.
Momentum HPN, kata Ikhsan, juga bisa dijadikan sarana silaturahim antara Pemkab dengan wartawan. “Biar para wartawan semakin akrab dalam menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan pemerintah maupun masyarakat,” ungkapnya.
Sementara Yulius Christian menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para insan pers. Soalnya mereka telah berkontribusi, baik dalam pembangunan maupun dalam pengembangan demokrasi di Kabupaten Probolinggo.
“Tahun-tahun terakhir ini, peran dan prestasi komunitas pers memang patut dicatat. Semua telah berusaha gigih untuk membangun komunikasi antara pers dengan publik, termasuk pelaksanaan peringatan hari pers nasional,” ujarnya.
Menurut Yulius, masyarakat saat ini sudah mulai kritis. Mereka tahu mana pemberitaan yang sangat tidak berimbang dan mana yang kritis tetapi tetap menjaga keberimbangan itu.
“Dengan demikian, arah dan perjalanan pers kita makin ke depan memang benar-benar sebagaimana yang diharapkan oleh masyarakat luas. Seraya menjaga dan mengembangkan hal-hal baik yang telah dicapai oleh pers kita sejak era reformasi 14 tahun yang lalu,” jelasnya.
Sedangkan Akhmad Munir mengharapkan, media pers harus menjaga keseimbangan antara komersial (bisnis) dengan kepentingan publik. Wartawan pun saat bertugas diminta selalu berpedoman pada kode etik jurnalistik.
Terkait profesionalitas pers, kata Munir, Dewan Pers menerapkan standardisasi. Yakni, semua lembaga penerbitan pers harus berbadan hukum seperti Perseroan Terbatas (PT), yayasan, atau koperasi. “Dewan Pers menyarankan, sebaiknya lembaga penerbitan pers berupa PT,” ujar pria kelahiran Sumenep, Madura itu.
Bahkan, Dewan Pers menyatakan, jika ada lembaga penerbitan pers tidak berbadan hukum kemudian tertimpa masalah hukum seperti pencemaran nama baik, maka tindak pidana sudah menunggu.
Untuk memeriahkan HPN, selain diskusi juga digelar lomba antar wartawan dengan kategori karya tulis, fotografi, dan liputan TV. Kategori karya tulis (media cetak), juara 1 diraih Ridhowati Saputri (Jawa Pos Radar Bromo, 5 April 2015): Agropolitan Yang Kaya Potensi, juara 2 diraih Radfan Faisal (Jawa Pos Radar Bromo, 23 April 2015): Braakk” 7 Siswa Terluka. Dan juara 3 diraih Choirul Umam Masduqi (Koran Pantura 14 dan 15 April): Makam Kiai Ronggo Yang Terabaikan seri 1 dan 2.
Kategori liputan TV, juara 1 diraih Sundari-Berita Satu TV (Jembatan Darurat Bambu), juara 2 diraih Romadona-Pro TV (Destinasi Baru Puncak Selfie Gunung Bentar) dan juara 3 diraih Rofiq-Trans TV (Paramotor di Lautan Pasir Gunung Bromo).
Kategori fotografi, juara 1 diraih Arif Mashudi (Jawa Pos Radar Bromo): foto Jembatan Roboh, juara 2 diraih Agus Purwoko (Koran Pantura): Bukit Bentar dan juara 3 diraih Sibro Malisi (Koran Pantura): Sampah Berserakan. (maz/drs)
Kegiatan yang dibuka Kepala Bagian Kominfo Yulius Christian ini diwarnai diskusi dengan narasumber Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur Drs H Akhmad Munir. Puluhan wartawan cetak maupun elektronik yang selama ini melakukan liputan di Kabupaten Probolinggo hadir dan aktif mengikuti diskusi.
Kepala Sub Bagian Kominfo Astri Tantrina Dewi mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta lembaga pers di Kabupaten Probolinggo dan meningkatkan siraturahim insan pers dengan Pemkab Probolinggo. Selain itu juga untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas insan pers menuju pers yang profesional.
“Harapannya agar insan pers, pemerintah daerah, dan masyarakat senantiasa menunjukkan komitmennya serta konsisten dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan pernyataan (deklarasi) wartawan di Kabupten Probolinggo. Intinya para insan media itu sepakat untuk menjadi wartawan yang profesional.
Mewakili wartawan di Kabupaten Probolinggo, Ikhsan Mahmudi mengatakan, momen HPN hendaknya bisa dijadikan sarana untuk meningkatkan kinerja wartawan. “Ibarat pesawat handphone, suatu ketika baterainya bisa low-batt atau soak sehingga perlu di-charge ulang. Wartawan pun perlu men-charge ulang pengetahuan dan wawasan jurnalistiknya,” ujar wartawan Surabaya Post itu.
Momentum HPN, kata Ikhsan, juga bisa dijadikan sarana silaturahim antara Pemkab dengan wartawan. “Biar para wartawan semakin akrab dalam menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan pemerintah maupun masyarakat,” ungkapnya.
Sementara Yulius Christian menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para insan pers. Soalnya mereka telah berkontribusi, baik dalam pembangunan maupun dalam pengembangan demokrasi di Kabupaten Probolinggo.
“Tahun-tahun terakhir ini, peran dan prestasi komunitas pers memang patut dicatat. Semua telah berusaha gigih untuk membangun komunikasi antara pers dengan publik, termasuk pelaksanaan peringatan hari pers nasional,” ujarnya.
Menurut Yulius, masyarakat saat ini sudah mulai kritis. Mereka tahu mana pemberitaan yang sangat tidak berimbang dan mana yang kritis tetapi tetap menjaga keberimbangan itu.
“Dengan demikian, arah dan perjalanan pers kita makin ke depan memang benar-benar sebagaimana yang diharapkan oleh masyarakat luas. Seraya menjaga dan mengembangkan hal-hal baik yang telah dicapai oleh pers kita sejak era reformasi 14 tahun yang lalu,” jelasnya.
Sedangkan Akhmad Munir mengharapkan, media pers harus menjaga keseimbangan antara komersial (bisnis) dengan kepentingan publik. Wartawan pun saat bertugas diminta selalu berpedoman pada kode etik jurnalistik.
Terkait profesionalitas pers, kata Munir, Dewan Pers menerapkan standardisasi. Yakni, semua lembaga penerbitan pers harus berbadan hukum seperti Perseroan Terbatas (PT), yayasan, atau koperasi. “Dewan Pers menyarankan, sebaiknya lembaga penerbitan pers berupa PT,” ujar pria kelahiran Sumenep, Madura itu.
Bahkan, Dewan Pers menyatakan, jika ada lembaga penerbitan pers tidak berbadan hukum kemudian tertimpa masalah hukum seperti pencemaran nama baik, maka tindak pidana sudah menunggu.
Untuk memeriahkan HPN, selain diskusi juga digelar lomba antar wartawan dengan kategori karya tulis, fotografi, dan liputan TV. Kategori karya tulis (media cetak), juara 1 diraih Ridhowati Saputri (Jawa Pos Radar Bromo, 5 April 2015): Agropolitan Yang Kaya Potensi, juara 2 diraih Radfan Faisal (Jawa Pos Radar Bromo, 23 April 2015): Braakk” 7 Siswa Terluka. Dan juara 3 diraih Choirul Umam Masduqi (Koran Pantura 14 dan 15 April): Makam Kiai Ronggo Yang Terabaikan seri 1 dan 2.
Kategori liputan TV, juara 1 diraih Sundari-Berita Satu TV (Jembatan Darurat Bambu), juara 2 diraih Romadona-Pro TV (Destinasi Baru Puncak Selfie Gunung Bentar) dan juara 3 diraih Rofiq-Trans TV (Paramotor di Lautan Pasir Gunung Bromo).
Kategori fotografi, juara 1 diraih Arif Mashudi (Jawa Pos Radar Bromo): foto Jembatan Roboh, juara 2 diraih Agus Purwoko (Koran Pantura): Bukit Bentar dan juara 3 diraih Sibro Malisi (Koran Pantura): Sampah Berserakan. (maz/drs)



COMMENTS