Penulis Wawan Bromo FM Selasa 12/05/2015 KRAKSAAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar rap...
Penulis Wawan Bromo FM
Selasa 12/05/2015
Rakorkesda yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko ini dihadiri oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Asy’ari, perwakilan jajaran Forkopimda dan Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko.
Kegiatan ini diikuti oleh 135 orang terdiri dari Kepala Perangkat Daerah (PD) organisasi profesi, tokoh masyarakat, LSM di bidang kesehatan, perwakilan camat dan kepala desa, Dinkes Kabupaten Probolinggo dan Provinsi Jawa Timur serta Kepala Puskesmas se-Kabupaten Probolinggo.
Sekretaris Dinkes Kabupaten Probolinggo Sentot Dwi Hendriyono mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi guna percepatan pencapaian target sasaran yang telah ditetapkan dan kesinambungan penyelenggaraan program pembangunan kesehatan di Kabupaten Probolinggo.
“Dalam pembangunan kesehatan diperlukan penerapan paradigma sehat untuk peningkatan, pemeliharaan dan perlindungan kesehatan dengan mengutamakan upaya promotif-preventif tanpa melupakan upaya kuratif dan rehabilitative,” ungkapnya.
Sementara Wabup Timbul mengatakan IPM Kabupaten Probolinggo tahun 2012 sebesar 64,36 dengan indeks kesehatan sebesar 61,17 dan pada tahun 2013 IPM Kabupaten Probolinggo meningkat 0,43 menjadi 64,79 dengan indeks kesehatan sebesar 61,87. Peningkatan indeks kesehatan selama 2 (dua) tahun tersebut sebesar 1,14%. Ini telah dilakukan melalui berbagai program dan kegiatan,” ungkapnya.
“Pada tahun 2015, target IPM Kabupaten Probolinggo sebesar 66,5 dengan angka harapan hidup 61,98 tahun. Untuk mencapai IPM ini perlu langkah-langkah dan upaya strategis, inovatif dan kreatif yang terpadu, menyeluruh dan berkelanjutan serta melibatkan lintas program, lintas sektor, dunia usaha dan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono membacakan kebijakan pembangunan kesehatan di Kabupaten Probolinggo. Rakorkesda sendiri diakhiri dengan penandatanganan komitmen untuk meningkatkan koordinasi dalam akselerasi pembangunan kesehatan di daerah sulit dan IPM rendah. (wan/drs)


COMMENTS