Penulis Dimaz Bromo FM Rabu 27/05/2015 DRINGU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Kantor Pemuda dan Olahraga ...
Penulis Dimaz Bromo FM
Rabu 27/05/2015
DRINGU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Kantor Pemuda dan Olahraga (Kanpora) memberikan pelatihan ketrampilan rias manten bagi 30 orang santriwati pondok pesantren, Jum’at hingga Minggu (22-24/5).
Selama pelatihan, para santriwati ini mendapatkan teori dari narasumber Nice Salon dari Kota Probolinggo. Selanjutnya mereka praktek langsung rias manten Jawa dan rias manten muslimah menggunakan jilbab.
Kepala Kanpora Kabupaten Probolinggo Syafi’uddin melalui Kasi Pengembangan Kepemudaan Jadjid mengungkapkan pelatihan ketrampilan rias manten ini dilakukan dalam rangka memfasilitasi pemuda dalam upaya mengembangkan potensi yang dimiliki, termasuk pengembangan kewirausahaan sehingga pemuda yang merupakan aset daerah bisa muncul ke permukaan.
“Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan dan meningkatkan ketrampilan rias manten bagi pemuda khususnya santriwati agar dapat berwirausaha secara mandiri. Dengan demikian dapat menciptakan lapangan kerja baik untuk diri sendiri dan masyarakat sekitarnya,” ujarnya.
Menurut Jadjid, dengan pelatihan ini santriwati yang ada di pondok pesantren tidak hanya bisa menuntut ilmu agama saja, tetapi juga memperoleh bekal ketrampilan agar bisa menjadi wirausaha. Apalagi saat ini peluang rias manten sangat besar untuk bisa dikembangkan secara maksimal.
“Harapannya, walaupun berada di pondok pesantren, santriwati bisa membuka peluang usaha di bidang rias manten. Sebab seiring dengan perkembangan zaman, keberadaan rias manten sangat dibutuhkan,” pungkasnya. (maz/drs)
Selama pelatihan, para santriwati ini mendapatkan teori dari narasumber Nice Salon dari Kota Probolinggo. Selanjutnya mereka praktek langsung rias manten Jawa dan rias manten muslimah menggunakan jilbab.
Kepala Kanpora Kabupaten Probolinggo Syafi’uddin melalui Kasi Pengembangan Kepemudaan Jadjid mengungkapkan pelatihan ketrampilan rias manten ini dilakukan dalam rangka memfasilitasi pemuda dalam upaya mengembangkan potensi yang dimiliki, termasuk pengembangan kewirausahaan sehingga pemuda yang merupakan aset daerah bisa muncul ke permukaan.
“Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan dan meningkatkan ketrampilan rias manten bagi pemuda khususnya santriwati agar dapat berwirausaha secara mandiri. Dengan demikian dapat menciptakan lapangan kerja baik untuk diri sendiri dan masyarakat sekitarnya,” ujarnya.
Menurut Jadjid, dengan pelatihan ini santriwati yang ada di pondok pesantren tidak hanya bisa menuntut ilmu agama saja, tetapi juga memperoleh bekal ketrampilan agar bisa menjadi wirausaha. Apalagi saat ini peluang rias manten sangat besar untuk bisa dikembangkan secara maksimal.
“Harapannya, walaupun berada di pondok pesantren, santriwati bisa membuka peluang usaha di bidang rias manten. Sebab seiring dengan perkembangan zaman, keberadaan rias manten sangat dibutuhkan,” pungkasnya. (maz/drs)



COMMENTS