Penulis Dimaz Bromo FM Sabtu 30/05/2015 KRAKSAAN – Sebagai upaya dalam meningkatkan kinerja bidan dalam memberikan pelayana...
Penulis Dimaz Bromo FM
Sabtu 30/05/2015
Kegiatan
yang dibuka oleh Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono ini
diikuti sedikitnya oleh 45 bidan desa di Kabupaten Probolinggo. Mereka berasal
dari latar belakang mulai dari PNS, Honorer Daerah (Honda) dan Pegawai Tidak
Tetap (PTT).
Kepala
Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono meminta supaya para bidan desa
untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan protap. Meskipun
tugas pokok bidan desa adalah memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu dan
anak, tetapi bidan desa juga harus bisa memberikan penyuluhan gizi, pencegahan
penyakit menular dan imunisasi.
“Selain
memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu dan anak, bidan desa wajib memberikan
pelayanan imunisasi kepada masyarakat. Jika dilihat secara mendalam, tugas
seorang bidan desa sangatlah besar dan berat. Tetapi dengan kerja keras dan
dukungan semua pihak, semua tugas bisa dilakukan dengan penuh tanggung jawab,”
ungkapnya.
Sementara
Kepala Bidang Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Moch.
Asjroel Sjakrie mengatakan
lokakarya terhadap bidan desa ini bertujuan supaya para bidan mampu memperbaiki
kinerjanya supaya angka harapan hidup masyarakat bisa terdongkrak.
“Selain itu,
seorang bidan desa bisa lebih semangat dan termotivasi untuk meningkatkan
pelayanan kesehatan serta menyampaikan uneg-unegnya secara langsung. Dengan
demikian maka akan segera ditemukan soluasi atas akar permalahan yang dihadapi
para bidan desa,” ujarnya.
Menurut Asjroel, Bupati Probolinggo Hj. P.
Tantriana Sari, SE sudah ditetapkan sebagai Duta ASI Eksklusif Kabupaten
Probolinggo dan Provinsi Jawa Timur. Demi mendukung hal tersebut, salah satu
upaya yang dilakukan dengan mensukseskan IMD dan ASI Eksklusif sampai usia 6
bulan.
“Kewajiban
para bidan yang ada di desa adalah dengan menyebarkan informasi seputar
kesehatan kepada masyarakat. Terutama dalam hal ASI Eksklusif, baik dari segi
kecukupan gizi maupun kalorinya yang cukup bagi bayi. Jadi tidak membutuhkan
susu formula,” jelasnya.
Mantan Kepala Bidang Pelayanan RSUD Waluyo
Jati Kraksaan ini menambahkan
bahwa saat ini Dinkes telah berkomitmen unuk selalu turun hingga tingkat paling
bawah. Komitmen tersebut diwujudkan dengan memberikan pembinaan sekaligus
monitoring dan evaluasi kepada semua bidan desa agar perannya di tengah-tengah
masyarakat bisa semakin meningkat.
“Salah satu
upaya yang kami lakukan adalah dengan sering-sering berkunjung ke para bidan
desa dan puskesmas, baik pada hari kerja maupun hari libur. Dengan harapan
mereka bisa tertib dan disiplin kerja. Sebab kita punya tugas berat dalam
meningkatkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) dan mensejahterakan masyarakat,” pungkasnya.
(wan/drs)


COMMENTS