Penulis Wawan Bromo FM Senin 04/05/2015 DRINGU – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Kabupaten Probolinggo di tingkat ...
Penulis Wawan Bromo FM
Senin 04/05/2015
DRINGU – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Kabupaten Probolinggo di tingkat Provinsi Jawa Timur. Desa Dringu Kecamatan Dringu yang mewakili Kabupaten Probolinggo tampil sebagai pelaksana terbaik ketiga dalam lomba pelaksana gotong royong terbaik Provinsi Jawa Timur tahun 2015.
Pengumuman pemenang tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/281/KPTS/013/2015 tanggal 14 April 2015 Tentang Pemenang Pelaksana Gotong Royong Terbaik Provinsi Jawa Timur tahun 2015.
Rencananya penghargaan tersebut akan diserahkan pada puncak Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XII dan Hari Kesatuan Gerak (HKG)-PKK ke-43 Provinsi Jawa Timur di Taman Chandra Wilwatikta, Pandaan, Pasuruan, 18 Mei mendatang.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto mengaku bersyukur atas keberhasilan yang diraih oleh Desa Dringu Kecamatan Dringu. Sebab desa pesisir yang konotasinya lemah dalam gotong royong ternyata mampu mengangkat nama Kabupaten Probolinggo.
”Artinya, program pelestarian gotong royong yang sedang gencar-gencarnya dilaksanakan dan dipimpin langsung oleh Ibu Bupati (Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE, Red) sudah berhasil dan ditindaklanjuti di tingkat bawah,” ujarnya.
Sementara Kepala Bidang Keswadayaan Masyarakat Bapemas Taufik Alami mengatakan prestasi yang diraih oleh Desa Dringu ini bisa menjadi dorongan semangat untuk semakin menggerakkan budaya gotong royong sebagai kekuatan pembangunan desa.
”Sesuai hasil evaluasi, kesadaran masyarakat Desa Dringu akan kebersihan dan hidup bersih sudah cukup tinggi. Selain itu selama ini belum pernah ada konflik. Walaupun berada di daerah pesisir yang diasumsikan daerah keras, tetapi kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) mampu menyelesaikannya berdasarkan azas mufakat,” ungkapnya.
Lelaki kelahiran Probolinggo, 8 Januari 1970 ini menjelaskan bahwa budaya gotong royong masyarakat cukup tinggi. Tidak hanya masyarakat, tetapi juga aparat desa yang turun langsung melakukan gotong royong bersama masyarakat. Pelayanan kepada masyarakat sudah bagus dan tertib didukung dengan fasilitas free wifi. “Ada jimpitan yang dikelola oleh Tim Penggerak PKK Desa. Penggunaannya untuk pembangunan di desa dan perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Menurut Taufik, titik lemahnya masih ada masyarakat yang membuang sampah di sungai dan tidak mempunyai pengelolaan limbah sampah menjadi pupuk. Selain itu, jumlah peraturan desa (perdes) akan pelayanan kepada masyarakat masih kurang.
”Mudah-mudahan prestasi ini bisa menjadi suatu contoh dan suri tauladan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk dapat mempertahankan nilai-nilai semangat gotong royong di masyarakat yang telah mulai luntur sehingga dapat memacu masyarakat untuk lebih aktif dalam pembangunan,” pungkasnya. (wan/drs)
Pengumuman pemenang tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/281/KPTS/013/2015 tanggal 14 April 2015 Tentang Pemenang Pelaksana Gotong Royong Terbaik Provinsi Jawa Timur tahun 2015.
Rencananya penghargaan tersebut akan diserahkan pada puncak Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XII dan Hari Kesatuan Gerak (HKG)-PKK ke-43 Provinsi Jawa Timur di Taman Chandra Wilwatikta, Pandaan, Pasuruan, 18 Mei mendatang.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto mengaku bersyukur atas keberhasilan yang diraih oleh Desa Dringu Kecamatan Dringu. Sebab desa pesisir yang konotasinya lemah dalam gotong royong ternyata mampu mengangkat nama Kabupaten Probolinggo.
”Artinya, program pelestarian gotong royong yang sedang gencar-gencarnya dilaksanakan dan dipimpin langsung oleh Ibu Bupati (Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE, Red) sudah berhasil dan ditindaklanjuti di tingkat bawah,” ujarnya.
Sementara Kepala Bidang Keswadayaan Masyarakat Bapemas Taufik Alami mengatakan prestasi yang diraih oleh Desa Dringu ini bisa menjadi dorongan semangat untuk semakin menggerakkan budaya gotong royong sebagai kekuatan pembangunan desa.
”Sesuai hasil evaluasi, kesadaran masyarakat Desa Dringu akan kebersihan dan hidup bersih sudah cukup tinggi. Selain itu selama ini belum pernah ada konflik. Walaupun berada di daerah pesisir yang diasumsikan daerah keras, tetapi kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) mampu menyelesaikannya berdasarkan azas mufakat,” ungkapnya.
Lelaki kelahiran Probolinggo, 8 Januari 1970 ini menjelaskan bahwa budaya gotong royong masyarakat cukup tinggi. Tidak hanya masyarakat, tetapi juga aparat desa yang turun langsung melakukan gotong royong bersama masyarakat. Pelayanan kepada masyarakat sudah bagus dan tertib didukung dengan fasilitas free wifi. “Ada jimpitan yang dikelola oleh Tim Penggerak PKK Desa. Penggunaannya untuk pembangunan di desa dan perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Menurut Taufik, titik lemahnya masih ada masyarakat yang membuang sampah di sungai dan tidak mempunyai pengelolaan limbah sampah menjadi pupuk. Selain itu, jumlah peraturan desa (perdes) akan pelayanan kepada masyarakat masih kurang.
”Mudah-mudahan prestasi ini bisa menjadi suatu contoh dan suri tauladan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk dapat mempertahankan nilai-nilai semangat gotong royong di masyarakat yang telah mulai luntur sehingga dapat memacu masyarakat untuk lebih aktif dalam pembangunan,” pungkasnya. (wan/drs)



COMMENTS