Penulis Wawan Bromo FM Kamis 28/05/2015 PROBOLINGGO – Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE menerima kunjungan Tim United Sta...
Penulis Wawan Bromo FM
Kamis 28/05/2015
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tantri mengharapkan supaya kerja sama yang sudah terjalin sejak tahun 2011 lalu tersebut terus berlanjut.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada USAID yang dari tahun 2011 silam datang ke Kabupaten Probolinggo untuk menjawab dan memberikan soluasi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh rakyat Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.
Bupati Tantri mengaku sedih karena kerja sama antara USAID dengan Pemkab Probolinggo melalui program KINERJA akan berakhir bulan Juni 2015 mendatang. Begitu pula dengan program Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene (IUWASH) yang juga akan berakhir pada akhir Desember 2015 mendatang.
“Tidak berlebihan manakala kami memohon supaya nantinya ada kerja sama lain dengan USAID. Sebab ke depan Kabupaten Probolinggo akan terus membangun dan berbenah. Apalagi potret hari ini memperlihatkan rakyat membutuhkan sentuhan program USAID. Terlebih AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi) yang masih menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bagi Pemerintah Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.
Menurut Bupati Tantri, Pemkab Probolinggo masih membutuhkan asistensi dan bimbingan ilmu sebagai bekal manajemen untuk membenahi permasalahan di Kabupaten Probolinggo. “Tentunya hal ini akan cukup baik dan bagus manakala kerja sama yang sudah terjalin bisa terus dilanjutkan. Apalagi masih banyak puskesmas yang belum tersentuh program USAID dan respon masyarakat sangat bagus,” tegasnya.
Sementara Direktur USAID Indonesia Mildred Pantouw mengatakan tujuan kedatangannya bertujuan untuk melihat dari dekat hasil program kerja yang sudah dilaksanakan selama ini. Sehingga bisa membuat evaluasi dan perencanaan yang baik.
“Program USAID untuk KINERJA akan berakhir akhir Juni dan IUWASH akhir Desember 2015 mendatang. Tetapi bukan berarti USAI berhenti untuk mendukung program yang ada di Kabupaten Probolinggo. Sebab disini banyak pengalaman yang dapat kami pelajari,” ungkapnya.
Terkait dengan permintaan Bupati Tantri supaya kerja sama USAID terus berlanjut, Mildred mengaku bahwa kerja sama ini akan terus dilakukan melalui program yang berbeda. “Melihat sambutan dan respon yang sangat tinggi, kami masih ingin melanjutkan kerja sama ini dengan program yang berbeda. Intinya hanya berubah nama saja. Terlebih keterlibatan masyarakat untuk setiap program USAID sangat tinggi,” tegasnya.
Turut mendampingi Bupati Tantri dalam kesempatan tersebut Sekretaris Bappeda Kabupaten Probolinggo Anna Maria Dwi Susiandari dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono. Sementara dari USAID yang terdiri dari program KINERJA, IUWASH dan EMAS (Expanding Maternal & Neonatal Survival) tersebut didampingi oleh Biro Kerja Sama Provinsi Jawa Timur. (wan/drs)


COMMENTS