Penulis Wawan Bromo FM Jum'at 15/05/2015 SOLO - Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE mendapatkan gelar kehormatan dar...
Penulis Wawan Bromo FM
Jum'at 15/05/2015
Acara penganugerahan gelar itu tertutup untuk kalangan umum. Di dalam Karaton Surakarta Hadiningrat, hanya dihadiri dari pihak dua Bupati di Indonesia dan pejabat yang berhak mendapatkan gelar dari Karaton Surakarta Hadiningrat.
Bupati Tantri merupakan satu-satunya perempuan yang diberikan kehormatan mendapatkan gelar dan menjadi anggota keluarga besar Karaton Surakarta Hadiningrat. Tidak hanya itu, busana yang dikenakan Bupati kelahiran 23 Mei 1983 itu, rupanya paling berkesan dan menjadi pusat perhatian.
Penobatan pangkat dan gelar pada Bupati itu langsung dilakukan oleh pihak Karaton Surakarta Hadiningrat. Yakni Pangageng Kartipraja, KPH. Sangkoyo Mangunkusumo dan Pangageng Sasana Wilapa, Dra. GKR, Wandansari, M.Pd.
”Menjadi sebuah kehormatan bagi saya mendapatkan gelar keagungan dari Karaton Surakarta Hadiningrat. Dimana, saya yakin, pangkat yang diberikan dalam gelar saya ini, juga atas pertimbangan dan penilaian dan kepantasan menurut Karaton Surakarta Hadiningrat,” ungkap Bupati Tantri
Bupati Tantri mengaku, tidak pernah ada pikiran sebelumnya mendapatkan undangan kehormatan khusus dari Karaton Surakarta Hadiningrat. Dimana, dirinya tidak hanya diminta untuk hadir, tetapi akan diadakan upacara pemberian gelar dan pangkat di dalam kerajaan Karaton Surakarta Hadiningrat.
”Ini sebuah amanah. Dengan diberinya pangkat dan gelar, saya sudah menjadi anggota dan bagian dalam keluarga besar kerajaan Karaton Surakarta Hadiningrat. Untuk itu, tugas dan tanggung jawab bersama untuk menjaga amanah ini,” paparnya.
Seusai acara pemberian gelar itu, Bupati Tantri bersama rombongannya dipersilahkan mengelilingi seluruh isi bangunan Karaton tersebut. Termasuk, satu persatu dijelaskan tentang benda-benda yang ada di museum Karaton Surakarta tersebut.
Pangageng Kartipraja Karaton Surakarta Hadiningrat, KPH. Sangkoyo Mangunkusumo mengatakan, pemberian gelar ini tidak hanya sekedar simbol. Tetapi, sekaligus sebagai bentuk pengikat tali keluarga antara kedua belah pihak. Bahkan, Bupati Tantri dipersilahkan datang kapan saja ke dalam Karaton Surakarta Hadiningrat. Terutama, saat ada acara perayaan malam Suro, Maulid Nabi Muhammad SAW dan lainnya, diwajibkan kehadirannya.
”Ikatan gelar yang sudah diberikan itu, tidak hanya selesai saat ini juga. Tetapi, ikatan itu akan berlangsung selamanya. Karena, yang mendapatkan gelar dari Karaton Surakarta,” ungkapnya. (wan/drs)


COMMENTS