Penulis Wawan Bromo FM Senin 18/05/2015 KREJENGAN – Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE bersama anggota Komisi VIII DPR...
Penulis Wawan Bromo FM
Senin 18/05/2015
KREJENGAN – Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE bersama anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si didampingi Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian (BKP4) Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono dan Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum KH Wasik Hannan melakukan panen bersama tanaman sayur mayur yang ditanam di lingkungan pesantren, Senin (18/5).
Kegiatan tersebut dilakukan dalam temu lapang kegiatan peningkatan teknologi informasi pertanian untuk menuju santri sehat dan mandiri di lingkungan pondok pesantren yang digelar BKP4 Kabupaten Probolinggo di Ponpes Miftahul Ulum Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan.
Selain Bupati Tantri dan Hasan Aminuddin, kegiatan temu lapang tersebut juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko dan sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Probolinggo.
Temu lapang tersebut diikuti oleh para Petugas Penyuluh Lapang (PPL), kepala desa, tokoh masyarakat dan tokoh agama, ratusan santriwan dan santriwati perwakilan pondok pesantren se-Kecamatan Krejengan serta perwakilan kelompok tani se Kecamatan Krejengan.
Kegiatan ini diawali dengan paparan kelompok tani (poktan) yang disampaikan oleh Ketua Poktan Sumber Makmur Desa Kedungrejoso Kecamatan Kotaanyaar Abdur Rohim dan paparan santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum Suherlin terkait pemanfaatan pakarangan lingkungan pesantren.
Bupati Tantri mengungkapkan bahwa kegiatan pemanfaatan pekarangan di lingkungan pesantren merupakan salah satu program unggulan berupa Santri Entrepreneur Harapan Nanti (Sehati). Dimana para santri harus tahu dan menyadari potensi serta teknologi terkait pertanian di lingkungannya.
“Pondok Pesantren Miftahul Ulum merupakan pilot project dari program Sehati. Sebelumnya sudah ada budidaya jamur tiram dan hari ini sayur mayur. Upaya ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari santri selama berada di pesantren,” ujarnya.
Kepada PPL Bupati Tantri agar bisa menularkan ilmunya dengan cara memberikan penyuluhan dan informasi pertanian kepada para petani. “Saya berharap supaya PPL istiqomah bersinergi dengan petani serta memberdayakan para santri agar berentrepreneur,” jelasnya.
Bupati Tantri juga meminta kepada para pondok pesantren untuk memberikan ilmu bercocok tanam kepada santrinya selain mengaji dan belajar. “Pondok pesantren wajib memberikan ilmu entrepreneur kepada santrinya selain belajar dan mengaji. Harapannya, produk-produk yang ada berasal dari pondok pesantren di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tantri juga melakukan dialog dengan para poktan. Abdur Rohim dari Kotaanyar mengusulkan terkait pembentukan koperasi poktan, pelatihan kepada gapoktan, bantuan traktor dan penyediaan lahan percontohan bagi petani.
Sementara Habibur Rahman dari Pondok Pesantren Miftahul Ulum mengusulkan perlu adanya program satu sekolah satu produk serta pelayanan terpadu kepada pondok pesantren.
Menyikapi usulan tersebut, Bupati Tantri menyampaikan bahwa koperasi poktan sangat diperlukan agar petani tidak selalu tergantung kepada bank titil (oser). Terkait dengan lahan demfarm, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Probolinggo ini sangat mendukung. Menurutnya, minimal satu kecamatan ada lahan percontohan bagi petani.
Terkait dengan pelatihan kepada sekolah, sudah dilakukan budidaya jamur tiram yang merupakan program One School One Product (OSOP). Untuk pelayanan terpadu kepada pondok pesantren, Pemkab Probolinggo akan berupaya untuk memfasilitasinya. (wan/drs)
Kegiatan tersebut dilakukan dalam temu lapang kegiatan peningkatan teknologi informasi pertanian untuk menuju santri sehat dan mandiri di lingkungan pondok pesantren yang digelar BKP4 Kabupaten Probolinggo di Ponpes Miftahul Ulum Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan.
Selain Bupati Tantri dan Hasan Aminuddin, kegiatan temu lapang tersebut juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko dan sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Probolinggo.
Temu lapang tersebut diikuti oleh para Petugas Penyuluh Lapang (PPL), kepala desa, tokoh masyarakat dan tokoh agama, ratusan santriwan dan santriwati perwakilan pondok pesantren se-Kecamatan Krejengan serta perwakilan kelompok tani se Kecamatan Krejengan.
Kegiatan ini diawali dengan paparan kelompok tani (poktan) yang disampaikan oleh Ketua Poktan Sumber Makmur Desa Kedungrejoso Kecamatan Kotaanyaar Abdur Rohim dan paparan santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum Suherlin terkait pemanfaatan pakarangan lingkungan pesantren.
Bupati Tantri mengungkapkan bahwa kegiatan pemanfaatan pekarangan di lingkungan pesantren merupakan salah satu program unggulan berupa Santri Entrepreneur Harapan Nanti (Sehati). Dimana para santri harus tahu dan menyadari potensi serta teknologi terkait pertanian di lingkungannya.
“Pondok Pesantren Miftahul Ulum merupakan pilot project dari program Sehati. Sebelumnya sudah ada budidaya jamur tiram dan hari ini sayur mayur. Upaya ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari santri selama berada di pesantren,” ujarnya.
Kepada PPL Bupati Tantri agar bisa menularkan ilmunya dengan cara memberikan penyuluhan dan informasi pertanian kepada para petani. “Saya berharap supaya PPL istiqomah bersinergi dengan petani serta memberdayakan para santri agar berentrepreneur,” jelasnya.
Bupati Tantri juga meminta kepada para pondok pesantren untuk memberikan ilmu bercocok tanam kepada santrinya selain mengaji dan belajar. “Pondok pesantren wajib memberikan ilmu entrepreneur kepada santrinya selain belajar dan mengaji. Harapannya, produk-produk yang ada berasal dari pondok pesantren di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tantri juga melakukan dialog dengan para poktan. Abdur Rohim dari Kotaanyar mengusulkan terkait pembentukan koperasi poktan, pelatihan kepada gapoktan, bantuan traktor dan penyediaan lahan percontohan bagi petani.
Sementara Habibur Rahman dari Pondok Pesantren Miftahul Ulum mengusulkan perlu adanya program satu sekolah satu produk serta pelayanan terpadu kepada pondok pesantren.
Menyikapi usulan tersebut, Bupati Tantri menyampaikan bahwa koperasi poktan sangat diperlukan agar petani tidak selalu tergantung kepada bank titil (oser). Terkait dengan lahan demfarm, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Probolinggo ini sangat mendukung. Menurutnya, minimal satu kecamatan ada lahan percontohan bagi petani.
Terkait dengan pelatihan kepada sekolah, sudah dilakukan budidaya jamur tiram yang merupakan program One School One Product (OSOP). Untuk pelayanan terpadu kepada pondok pesantren, Pemkab Probolinggo akan berupaya untuk memfasilitasinya. (wan/drs)



COMMENTS