Penulis Wawan Bromo FM Rabu 27/05/2015 KRAKSAAN - Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-XII tahun ...
Penulis Wawan Bromo FM
Rabu 27/05/2015
KRAKSAAN - Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong
Masyarakat (BBGRM) ke-XII tahun ini dipusatkan di Alun-alun Kota Kraksaan,
Selasa (26/5). Kegiatan ini mengambil tema “Dengan Gotong Royong Masyarakat dan Gerakan
Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Kita Gelorakan Semangat Kerja Menuju Jawa
Timur Yang Mandiri dan Sejahtera”.
Pencanangan ini ditandai dengan pemukulan kentongan oleh
Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE didampingi jajaran Forum
Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan BBGRM ke-XII ini dimeriahkan dengan pameran
pembangunan dan pemberdayaan masyarakat diikuti 24 kecamatan, Selasa hingga
Kamis (26-28/5) kerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo, Gebyar PBB Tahun 2015,
lomba kesenian patrol, lomba kesenian hadrah dan lomba mewarnai bagi murid TK.
Kepala Bapemas Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto
mengatakan pencanangan BBGRM ke-XII ini bertujuan meningkatkan kepedulian dan
peran aktif masyarakat berdasarkan semangat kebersamaan, kekeluargaan dan
kegotongroyongan dalam penguatan integritas sosial melalui kegiatan gotong
royong untuk mencapai masyarakat Kabupaten Probolinggo yang adil dan makmur
menuju keluarga sehat sejahtera.
“Sasarannya adalah masyarakat desa dan kelurahan dalam
meningkatkan persatuan dan kesatuan peran aktif masyarakat dan pemerintah dalam
pembangunan, kemitraan antara masyarakat dan pemerintah dalam pelaksanaan
pembangunan serta meningkatkan rasa memiliki dan rasa tanggung jawab terhadap
hasil-hasil pembangunan di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Sementara Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE
mengungkapkan gotong royong merupakan salah satu warisan lokal Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI). Gotong royong sejatinya terjadi sejak manusia masih
belum lahir hingga ke liang lahat. Sebab tidak ada seorangpun manusia yang bisa
mengerjakan sesuatu tanpa bantuan orang lain.
“Pencanangan gotong royong ini merupakan kegiatan massal
mulai dari tingkat nasional. Tetapi khusus di Kabupaten Probolinggo, kegiatan
gotong royong hampir dilakukan setiap hari. Untuk memberikan semangat tentang
pentingnya gotong royong kepada masyarakat, saya bersama Kepala Perangkat
Daerah (PD) berkeliling dari desa ke desa,” ungkapnya.
Kepada camat, Bupati Tantri meminta agar kegiatan tilik
desa dan gotong royong yang rutin dilakukan dari desa ke desa tidak hanya
seremonial saja. Gotong royong harus digiatkan kembali di setiap desa hingga
tingkat RT/RW sehingga tidak hanya ramai pada bulan Mei dan Juni.
“Kegiatan ini penting karena perubahan zaman saat ini.
Dulu masyarakat tanpa diminta kalau ada sesuatu yang akan dikerjakan, maka
dengan kesadaran langsung membantunya. Tetapi saat ini, gotong royong ini sudah
mulai terkikis di masyarakat,” jelasnya.
Menurut Bupati Tantri, sudah menjadi kewajiban bersama
untuk menyadarkan kembali tentang pentingnya gotong royong kepada masyarakat.
“Gotong royong ini merupakan budaya dan warisan dari nenek moyang bangsa
Indonesia. Mudah-mudahan dengan semangat gotong royong, kita diselamatkan dari
jajahan budaya asing yang akan masuk ke Indonesia,” pungkasnya. (wan/drs)



COMMENTS