Penulis Wawan Bromo FM Kamis 21/05/2015 PAITON – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Probolinggo mempunyai cara tersendiri ...
Penulis Wawan Bromo FM
Kamis 21/05/2015
PAITON – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Probolinggo mempunyai cara tersendiri untuk mengajak petani tembakau bisa mencintai lingkungannya. Salah satunya dengan memberikan bekal keterampilan berupa pelatihan pembuatan pupuk organik memanfaatkan limbah kotoran ternak dan limbah tahu yang mencemari lingkungan, Kamis (21/5).
Kegiatan yang digelar di RM Paiton Permai Kecamatan Paiton tersebut diikuti oleh 80 orang peserta meliputi kelompok tani di Kecamatan Kotaanyar dan Pakuniran serta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).
Kasubbid Pelestarian Lingkungan Hidup dan Konservasi Sumber Daya Alam BLH Kabupaten Probolinggo Sugeng Hariyono mengungkapkan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan kelompok tani dalam pembuatan dan pemanfaatan pupuk organik yang ramah lingkungan.
“Selain itu, mengurangi ketergantungan petani dalam pemakaian pupuk kimia serta mengurangi dan mengendalikan pencemaran lingkungan akibat limbah kotoran ternak dan limbah tahu,” ungkapnya.
Sementara Kepala Bidang Pelestarian dan Pengendalian Lingkungan BLH Kabupaten Probolinggo Hendri Priyanto mengungkapkan bahwa budidaya tembakau akhir-akhir ini cenderung mengabaikan teknik budidaya yang baik. Seperti pemakaian pestisida kimia dan pupuk kimia secara berlebihan.
“Hal ini tentunya akan berdampak kepada penurunan kualitas tembakau, gangguan kesehatan bagi konsumen rokok dan yang tidak kalah penting adalah gangguan ekosistem dan pencemaran lingkungan,” ungkapnya.
Lelaki kelahiran Kediri, 24 April 1960 ini menjelaskan bahwa dalam pelatihan ini para petani tembakau diberikan pengetahuan bagaimana cara memanfaatkan limbah ternak dan limbah cair perusahaan tahu dapat diolah menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan. “Pemakaian pupuk organik padat dan cair ini dapat diaplikasikan tidak hanya pada tanaman tembakau saja karena fungsinya dapat memperbaiki struktur tanah,” jelasnya.
Dalam pembinaan ini, peserta mendapatkan materi dari narasumber yang berasal dari Koordinator BPP Kecamatan Pakuniran, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo, Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBP2TP) Surabaya UPT Perkebunan Probolinggo dan Ketua Kelompok Tani Sukotani Desa Jabungcandi Kecamatan Paiton Abdul Nasir. (wan/drs)
Kegiatan yang digelar di RM Paiton Permai Kecamatan Paiton tersebut diikuti oleh 80 orang peserta meliputi kelompok tani di Kecamatan Kotaanyar dan Pakuniran serta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).
Kasubbid Pelestarian Lingkungan Hidup dan Konservasi Sumber Daya Alam BLH Kabupaten Probolinggo Sugeng Hariyono mengungkapkan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan kelompok tani dalam pembuatan dan pemanfaatan pupuk organik yang ramah lingkungan.
“Selain itu, mengurangi ketergantungan petani dalam pemakaian pupuk kimia serta mengurangi dan mengendalikan pencemaran lingkungan akibat limbah kotoran ternak dan limbah tahu,” ungkapnya.
Sementara Kepala Bidang Pelestarian dan Pengendalian Lingkungan BLH Kabupaten Probolinggo Hendri Priyanto mengungkapkan bahwa budidaya tembakau akhir-akhir ini cenderung mengabaikan teknik budidaya yang baik. Seperti pemakaian pestisida kimia dan pupuk kimia secara berlebihan.
“Hal ini tentunya akan berdampak kepada penurunan kualitas tembakau, gangguan kesehatan bagi konsumen rokok dan yang tidak kalah penting adalah gangguan ekosistem dan pencemaran lingkungan,” ungkapnya.
Lelaki kelahiran Kediri, 24 April 1960 ini menjelaskan bahwa dalam pelatihan ini para petani tembakau diberikan pengetahuan bagaimana cara memanfaatkan limbah ternak dan limbah cair perusahaan tahu dapat diolah menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan. “Pemakaian pupuk organik padat dan cair ini dapat diaplikasikan tidak hanya pada tanaman tembakau saja karena fungsinya dapat memperbaiki struktur tanah,” jelasnya.
Dalam pembinaan ini, peserta mendapatkan materi dari narasumber yang berasal dari Koordinator BPP Kecamatan Pakuniran, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo, Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBP2TP) Surabaya UPT Perkebunan Probolinggo dan Ketua Kelompok Tani Sukotani Desa Jabungcandi Kecamatan Paiton Abdul Nasir. (wan/drs)



COMMENTS