Penulis Wawan Bromo FM Selasa 21/04/2015 TONGAS - Masyarakat di Kabupaten Probolinggo sudah lazim membawa hantaran saat acara la...
Penulis Wawan Bromo FM
Suasana SDN Tongas Wetan 2, Senin (20/4) terlihat berbeda daripada biasanya. Saat itu, seluruh siswa kelas III sedang mengikuti mata pelajaran Seni Budaya Keterampilan (SBK) berupa pelatihan pembuatan hantaran pernikahan. Selain mendapatkan materi, para siswa terlihat antusias mengikuti praktik langsung cara membuat hantaran didampingi guru kelas III, Adiana.
Dengan cekatan, para siswa membentuk kelompok mempersiapkan beberapa bahan yang dibutuhkan mulai dari kertas, lem, karton, pita, manik-manik dan renda. Masing-masing kelompok terlibat sibuk menggunting karton sesuai dengan motif dan model yang akan dibuatnya. “Dari 20 model yang sudah ada, baru 2 model saja yang sudah bisa dikuasai siswa,” ujar Adiana.
Sementara Kepala SDN Tongas Wetan 2 Miftahurrohma mengungkapkan, pelatihan pembuatan hantaran pernikahan ini bertujuan supaya anak didiknya bisa lebih terampil. Apalagi kegiatan ini sejalan dengan visi dan misi sekolah agar anak lulusannya bisa berguna bagi masyarakat sesuai dengan keterampilan yang dimilikinya.
“Kaitannya dengan pembelajaran, supaya anak didik bisa terampil, cerdas emosionalnya, rajin dan cekatan sesuai dengan apa yang dicita-citakan oleh sekolah,” ungkapnya.
Miftah menambahkan, untuk membuat hantaran pernikahan tidak terlalu sulit. Dengan modal awal sebesar Rp 25-40 ribu yang disiapkan sekolah, siswa sudah bisa membuat hantaran pernikahan.
“Melalui kegiatan ini kami mengharapkan agar setelah lulus dari sekolah siswa bisa terampil dengan mempraktekkan ilmu yang sudah diajarkan oleh gurunya. Sehingga nantinya waktu luang bisa dimanfaatkan untuk membuat hantaran dan dipasarkan sendiri kepada masyarakat,” harapnya. (wan/drs)


COMMENTS