Dicko Bromo FM Rabu 01/04/2015 KRAKSAAN - Untuk mengantisipasi menularnya penyakit yang menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat, ...
Dicko Bromo FM
Rabu 01/04/2015
KRAKSAAN
- Untuk mengantisipasi menularnya penyakit yang menjadi masalah bagi
kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo
melalui Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL)
menggelar rapat koordinasi (rakor) soal revitalisasi klinik sanitasi,
Kamis (26/3).
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Dinkes Kabupaten Probolinggo Anna Maria Susiandari dan narasumber staf Kasi Penyehatan Lingkungan Dinkes Provinsi Jawa Timur. Rakor diikuti peserta dari 15 Puskesmas terdiri dari kepala puskesmas, petugas sanitarian dan perawat di poli umum Puskesmas di Kabupaten Probolinggo.
“Dampak positif kegiatan ini adalah integrasi upaya kesehatan lingkungan dan pemberantasan penyakit yang berbasis masalah lingkungan dengan ditetapkannya paradigma sehat yang lebih menekankan upaya promotif dan preventif dibandingkan kuratif dan rehabilitatif sehingga dapat mendukung serta meningkatkan Indek Pembangunan Masyarakat (IPM) Kabupaten Probolinggo,” ungkap Anna.
Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya preventif, promotif dan kuratif yang dilakukan secara terpadu, terarah dan dilaksanakan secara terus menerus.
“Dapat tercipta keterpaduan kegiatan lintas program dan lintas sektor dalam program pemberantasan penyakit dan penyehatan lingkungan, meningkatkan kesadaran pengetahuan kemampuan dan perilaku (pasien, klien dan masyarakat) untuk mewujudkan lingkungan dalam perilaku hidup bersih dan sehat,” ungkapnya.
Sedangkan Ahmad dari Dinkes Provinsi Jawa Timur menyatakan, klinik sanitasi merupakan upaya mengintegrasikan pelayanan kesehatan promotif, preventif dan kuratif yang difokuskan pada penduduk yang berisiko tinggi. Sehingga masalah penyakit berbasis masalah lingkungan pemukiman dapat diatasi dan dilaksanakan oleh petugas Puskesmas bersama masyarakat secara aktif dan pasif.(dc/fir)
Rabu 01/04/2015
KRAKSAAN
- Untuk mengantisipasi menularnya penyakit yang menjadi masalah bagi
kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo
melalui Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL)
menggelar rapat koordinasi (rakor) soal revitalisasi klinik sanitasi,
Kamis (26/3).Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Dinkes Kabupaten Probolinggo Anna Maria Susiandari dan narasumber staf Kasi Penyehatan Lingkungan Dinkes Provinsi Jawa Timur. Rakor diikuti peserta dari 15 Puskesmas terdiri dari kepala puskesmas, petugas sanitarian dan perawat di poli umum Puskesmas di Kabupaten Probolinggo.
“Dampak positif kegiatan ini adalah integrasi upaya kesehatan lingkungan dan pemberantasan penyakit yang berbasis masalah lingkungan dengan ditetapkannya paradigma sehat yang lebih menekankan upaya promotif dan preventif dibandingkan kuratif dan rehabilitatif sehingga dapat mendukung serta meningkatkan Indek Pembangunan Masyarakat (IPM) Kabupaten Probolinggo,” ungkap Anna.
Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya preventif, promotif dan kuratif yang dilakukan secara terpadu, terarah dan dilaksanakan secara terus menerus.
“Dapat tercipta keterpaduan kegiatan lintas program dan lintas sektor dalam program pemberantasan penyakit dan penyehatan lingkungan, meningkatkan kesadaran pengetahuan kemampuan dan perilaku (pasien, klien dan masyarakat) untuk mewujudkan lingkungan dalam perilaku hidup bersih dan sehat,” ungkapnya.
Sedangkan Ahmad dari Dinkes Provinsi Jawa Timur menyatakan, klinik sanitasi merupakan upaya mengintegrasikan pelayanan kesehatan promotif, preventif dan kuratif yang difokuskan pada penduduk yang berisiko tinggi. Sehingga masalah penyakit berbasis masalah lingkungan pemukiman dapat diatasi dan dilaksanakan oleh petugas Puskesmas bersama masyarakat secara aktif dan pasif.(dc/fir)


COMMENTS