Penulis Dimaz Bromo FM Kamis 16/04/2015 DRINGU – Sebagai upaya mengantisipasi dan mewaspadai penyakit anthrax, Dinas Peternakan da...
Penulis Dimaz
Bromo FM
Kamis 16/04/2015
DRINGU – Sebagai upaya mengantisipasi dan mewaspadai penyakit anthrax, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo memperketat pengawasan lalu lintas ternak dan produk hewan. Hal ini dikarenakan wilayah Kabupaten Probolinggo merupakan jalur lalu lintas ternak dan produk hewan dari berbagai daerah.Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Endang Sri Wahyuni mengungkapkan, populasi sapi potong Kabupaten Probolinggo menempati urutan ke-3 tertinggi di Jawa Timur. Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu tujuan pencarian ternak dari berbagai wilayah se-JawaTimur bahkan dari luar provinsi/pulau.
“Dengan kondisi ini, tentunya akan membawa risiko masuknya penyakit hewan menular ke Kabupaten Probolinggo melalui lalu lintas ternak dan produk hewan,” ungkapnya, Rabu (15/04/2015).
Endang menjelaskan, pengawasan ini bertujuan untuk mengantisipasi masuknya penyakit hewan menular ke wilayah Kabupaten Probolinggo, terutama penyakit Zoonosis (penyakit hewan yang dapat menular kemanusia) serta mengendalikan populasi ternak di Kabupaten Probolinggo.
“Selain itu, mengantisipasi peredaran daging/jeroan impor di pasar tradisional Kabupaten Probolinggo dan mencegah peredaran daging yang tidak Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) di wilayah Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.
Dalam rangka melakukan pengawasan ini, DPKH melaksanakan sosialisasi ke pengusaha peternakan, para pedagang, petugas pasar, kepala desa dan masyarakat luas dalam bentuk pertemuan, surat edaran, penyebaran leaflet, pemasangan spanduk dan poster.
“Di samping juga melaksanakan operasi lalu lintas bekerja sama dengan pihak Polres/Polresta, Dishub dan Satpol PP serta melaksanakan operasi di pasar hewan dan pasar tradisional,” pungkasnya. (maz/drs)


COMMENTS