Dicko BROMO FM Kamis 02/04/2015 PROBOLINGGO - Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo masa bhakti 2015-2020 r...
Dicko BROMO FM
Kamis 02/04/2015
PROBOLINGGO - Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo masa bhakti 2015-2020 resmi dilantik oleh Ketua PMI Provinsi Jawa Timur H. Imam Utomo S di Pendopo Kabupaten Probolinggo, Rabu (1/4). Dalam kepengurusan tersebut, Asy’ari dipercaya memimpin PMI Kabupaten Probolinggo untuk lima tahun mendatang.
Pelantikan pengurus PMI Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE dan sejumlah pengurus PMI Provinsi Jawa Timur. Hadir pula sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.
Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE mengharapkan agar ke depan PMI lebih intensif lagi kepada masyarakat sehingga program-programnya bisa lebih tepat sasaran dan tepat guna. “Program-program yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat hendaknya diteruskan dan lebih ditingkatkan,” ungkapnya.
Program bulan dana PMI jelas Bupati Tantri harus dilakukan hingga ke tingkat desa. Selanjutnya dana yang diperoleh tersebut harus dikembalikan kepada masyarakat melalui program yang tepat guna dan tepat sasaran.
“Kami siap mensukseskan program PMI pusat dan Provinsi Jawa Timur. Namun program PMI tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya sinergi dengan semua SKPD sehingga program-programnya bisa maksimal dan dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.
Sementara Ketua PMI Provinsi Jawa Timur H. Imam Utomo S mengatakan ada tiga tugas pokok yang harus dilakukan PMI ke depan di berbagai tingkatan, baik PMI Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur maupun di tingkat pusat. “Yang paling dikenal masyarakat itu menyediakan darah, memenuhi kebutuhkan rumah sakit,” ujarnya.
Mantan Gubernur Jawa Timur ini meminta pengurus PMI hendaknya mewaspadai pola penyimpanan darah. Sebab darah yang tersedia harus aman dan bebas dari berbagai jenis penyakit. Kedua, membantu bencana alam yang terjadi di masing-masing daerah dan bergabung dengan Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPBD). “Yang ketiga, pengurus PMI harus memiliki keahlian khusus, sehingga keberadaannya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang memang membutuhkan bantuan,” pungkasnya.(dc/fir)
Kamis 02/04/2015
PROBOLINGGO - Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo masa bhakti 2015-2020 resmi dilantik oleh Ketua PMI Provinsi Jawa Timur H. Imam Utomo S di Pendopo Kabupaten Probolinggo, Rabu (1/4). Dalam kepengurusan tersebut, Asy’ari dipercaya memimpin PMI Kabupaten Probolinggo untuk lima tahun mendatang.
Pelantikan pengurus PMI Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE dan sejumlah pengurus PMI Provinsi Jawa Timur. Hadir pula sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.
Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE mengharapkan agar ke depan PMI lebih intensif lagi kepada masyarakat sehingga program-programnya bisa lebih tepat sasaran dan tepat guna. “Program-program yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat hendaknya diteruskan dan lebih ditingkatkan,” ungkapnya.
Program bulan dana PMI jelas Bupati Tantri harus dilakukan hingga ke tingkat desa. Selanjutnya dana yang diperoleh tersebut harus dikembalikan kepada masyarakat melalui program yang tepat guna dan tepat sasaran.
“Kami siap mensukseskan program PMI pusat dan Provinsi Jawa Timur. Namun program PMI tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya sinergi dengan semua SKPD sehingga program-programnya bisa maksimal dan dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.
Sementara Ketua PMI Provinsi Jawa Timur H. Imam Utomo S mengatakan ada tiga tugas pokok yang harus dilakukan PMI ke depan di berbagai tingkatan, baik PMI Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur maupun di tingkat pusat. “Yang paling dikenal masyarakat itu menyediakan darah, memenuhi kebutuhkan rumah sakit,” ujarnya.
Mantan Gubernur Jawa Timur ini meminta pengurus PMI hendaknya mewaspadai pola penyimpanan darah. Sebab darah yang tersedia harus aman dan bebas dari berbagai jenis penyakit. Kedua, membantu bencana alam yang terjadi di masing-masing daerah dan bergabung dengan Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPBD). “Yang ketiga, pengurus PMI harus memiliki keahlian khusus, sehingga keberadaannya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang memang membutuhkan bantuan,” pungkasnya.(dc/fir)



COMMENTS