Penulis Wawan Bromo FM Jum'at 17/04/2015 KRAKSAAN Dalam rangka melakukan updating data profil desa/kelurahan, Pemerintah Kabup...
Penulis Wawan Bromo FM
Jum'at 17/04/2015
KRAKSAAN Dalam rangka melakukan updating data profil desa/kelurahan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas), Kamis (16/04/2015) menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan mengundang 24 Kasi Pembangunan Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo.
Selain persiapan updating data profil desa/kelurahan, rakor ini bertujuan untuk melakukan evaluasi validitas data profil desa/kelurahan yang sudah ada. Sebab selama ini masih ada data yang kurang valid dan akurat karena kurang maksimalnya tenaga operator entry data dan lambatnya jaringan pengiriman ke server.
“Padahal profil desa/kelurahan itu merupakan dasar untuk pelaksanaan pembangunan di desa. Dari data profil desa/kelurahan tersebut, kita bisa mengetahui kondisi masyarakat di desa, khususnya di bidang ekonomi,” ungkap Kepala Bidang Keswadayaan Masyarakat Bapemas Kabupaten Probolinggo Taufik Alami.
Lelaki kelahiran Probolinggo, 8 Januari 1970 ini menjelaskan setiap desa/kelurahan harus selalu melakukan entry data secara rutin. Sebab dari data tersebut bisa diketahui data penduduk, karakteristik wilayah, tingkat pendidikan, masalah ekonomi, keamanan dan swadaya masyarakat serta lain sebagainya.
“Semua itu menjadi dasar atau kajian Pemkab Probolinggo dalam menentukan strategi kebijakan pembangunan. Padahal pihak desa sendiri lebih tahu kondisi desanya secara periodik,” jelasnya.
Hingga saat ini jelas Taufik, entri data di Kabupaten Probolinggo baru mencapai 72% diatas target Jawa Timur yang mencapai 70%. Rakor dengan Kasi Pembangunan Kecamatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi untuk mengoptimalkan entry data yang valid untuk disampaikan kepada pemerintah desa.
“Setiap proses pembangunan tergantung dari input data. Data itu sangat penting. Karena dari data itu kita bisa tahu sejauh mana kinerja kita termasuk kinerja aparatur desa. Harapannya tercipta data yang valid dari profil desa/kelurahan. Lambannya entry data profil desa/kelurahan ini dikarenakan orang masih memandang lemah masalah data,” pungkasnya. (wan/drs)


COMMENTS