Penulis Wawan Bromo FM Selasa 14/04/2015 SUMBERASIH - Lambang/logo gerakan koperasi Indonesia kembali pada keputusan Kongres Koper...
Penulis Wawan Bromo FM
Selasa 14/04/2015
SUMBERASIH - Lambang/logo gerakan koperasi Indonesia kembali pada keputusan Kongres Koperasi Indonesia Pertama di Tasikmalaya pada tahun 1947. Hal itu sesuai Surat Keputusan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Nomor: SKEP/03/DEKOPIN-E/I/2015 tentang Perubahan Lambang/Logo Gerakan Koperasi Indonesia dan Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor: 01/Per/M.KUKM/II/2015 tentang Perubahan Lambang/Logo Gerakan Koperasi Indonesia.
Hal itu ditegaskan Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Probolinggo Joko Rohani Sanjaya. Menurutnya, dengan adanya SK Dekopin dan Permenkop dan UKM RI ini, maka lambang/logo gerakan koperasi Indonesia kembali kepada lambang lama pohon beringin serta mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi Permenkop dan UKM RI Nomor: 02/Per/M.KUKM/IV/2012 tentang Penggunaan Lambang Koperasi Indonesia (lambang baru teratai).
“Sejak Permenkop dan UKM RI tersebut diberlakukan, maka seluruh gerakan koperasi harus kembali kepada lambang yang lama pohon beringin. Alasannya, logo tersebut mempunyai nilai historis, ideologi dan filosofis. Logo tersebut lahir tahun 1947 silam,” ungkapnya, Senin (13/4).
Menurut Joko, saat ini pihaknya tengah gencar melakukan sosialisasi dalam setiap kegiatan gerakan koperasi di Kabupaten Probolinggo. “Logo koperasi yang lama ini ada nilai sejarah perjuangan membangun kesejahteraan bersama. Mudah-mudahan dengan kembalinya ke logo yang lama bisa lebih memacu kepada koperasi untuk menjadi koperasi yang sehat, tangguh dan mandiri,” tegasnya.
Sehubungan dengan perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2015, Joko menegaskan, penggunaan logo pohon beringin ini akan menambah nilai tawar dan daya saingnya.
“Sebab tantangan dan isu strategis gerakan koperasi dalam menghadapi MEA terletak pada tata kelola dan daya saing, infrastruktur, teknologi informasi (TI) serta permodalan. Semoga perubahan ke logo lama ini bisa membuat gerakan koperasi di Kabupaten Probolinggo semakin maju dan berkembang,” harapnya. (wan/sa)



COMMENTS