Penulis Wawan Bromo FM Sabtu 25/04/2015 TONGAS – Guru tidak hanya dituntut sebagai Agent of Learning, tetapi juga harus mampu sebagai A...
Penulis Wawan Bromo FM
Sabtu 25/04/2015
TONGAS – Guru tidak hanya dituntut sebagai Agent of Learning, tetapi juga harus mampu sebagai Agent of Change (agen perubahan) bagi siswa. Karenanya seorang guru diharapkan dapat menjadi seorang pendidik yang tidak hanya sebatas mengaja, tetapi juga harus mampu memotivasi siswanya.
Itulah yang menjadi pegangan Anita Dwi Megasari, guru SDN Tongas Wetan 1 Kecamatan Tongas dalam mendidik siswanya. “Mengingat kontribusi motivasi terhadap hasil belajar cukup besar, maka jadilah seorang guru yang mampu membangkitkan motivasi dan dapat memanfaatkannya menjadi penggerak siswa untuk meraih prestasi yang diharapkan,” ungkap alumnus UT Malang ini.
Perempuan kelahiran Situbondo, 1 Maret 1984 ini menjelaskan, guru harus memiliki keikhlasan, kesabaran serta ketulusan dalam mengajar dan membimbing siswa. Seorang guru harus dapat menjadi motivator yang bertugas memberikan inspirasi/dorongan kepada siswa serta mampu membuat siswa memiliki hasrat yang besar untuk belajar dan berprestasi.
“Guru harus dapat menjadi idola/panutan/teladan bagi siswa, guru harus dapat memilih teknik/metode mengajar yang menarik sehingga dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Seorang guru harus kreatif dan inovatif, harus dapat melihat cara mengajar kita dari kacamata siswa serta mau menerima kritik dan saran dari orang lain termasuk dari siswa,” jelas guru yang hobi menari ini.
Menurut anak kedua dari tiga bersaudara pasangan almarhum Rokhimin dan Endang Astuti ini, ada tiga tugas guru secara umum. Yakni, bidang profesi, bidang kemanusiaan dan bidang kemasyarakatan.
“Pengalaman yang sangat berkesan adalah pada saat saya dihadapkan atau mempunyai siswa yang berbeda (mempunyai keterbatasan khusus) dengan siswa yang lain. Disitu saya harus dapat memberikan pelayanan yang sama dan juga harus ektra sabar dan ikhlas menghadapinya,” jelas ibu dari Lelissa Aulia Chandrashanti ini.
Alumnus SDN Pabean ini menambahkan, menjadi seorang guru merupakan cita-cita sejak kecil serta keinginan dari orangtua. Apalagi dirinya juga menyukai dan mencintai dunia anak-anak. “Saya merasa sangat senang jika ada siswa kita dapat meraih prestasi, baik akademik maupun non akademik,” pungkasnya. (wan/drs)
Sabtu 25/04/2015
Itulah yang menjadi pegangan Anita Dwi Megasari, guru SDN Tongas Wetan 1 Kecamatan Tongas dalam mendidik siswanya. “Mengingat kontribusi motivasi terhadap hasil belajar cukup besar, maka jadilah seorang guru yang mampu membangkitkan motivasi dan dapat memanfaatkannya menjadi penggerak siswa untuk meraih prestasi yang diharapkan,” ungkap alumnus UT Malang ini.
Perempuan kelahiran Situbondo, 1 Maret 1984 ini menjelaskan, guru harus memiliki keikhlasan, kesabaran serta ketulusan dalam mengajar dan membimbing siswa. Seorang guru harus dapat menjadi motivator yang bertugas memberikan inspirasi/dorongan kepada siswa serta mampu membuat siswa memiliki hasrat yang besar untuk belajar dan berprestasi.
“Guru harus dapat menjadi idola/panutan/teladan bagi siswa, guru harus dapat memilih teknik/metode mengajar yang menarik sehingga dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Seorang guru harus kreatif dan inovatif, harus dapat melihat cara mengajar kita dari kacamata siswa serta mau menerima kritik dan saran dari orang lain termasuk dari siswa,” jelas guru yang hobi menari ini.
Menurut anak kedua dari tiga bersaudara pasangan almarhum Rokhimin dan Endang Astuti ini, ada tiga tugas guru secara umum. Yakni, bidang profesi, bidang kemanusiaan dan bidang kemasyarakatan.
“Pengalaman yang sangat berkesan adalah pada saat saya dihadapkan atau mempunyai siswa yang berbeda (mempunyai keterbatasan khusus) dengan siswa yang lain. Disitu saya harus dapat memberikan pelayanan yang sama dan juga harus ektra sabar dan ikhlas menghadapinya,” jelas ibu dari Lelissa Aulia Chandrashanti ini.
Alumnus SDN Pabean ini menambahkan, menjadi seorang guru merupakan cita-cita sejak kecil serta keinginan dari orangtua. Apalagi dirinya juga menyukai dan mencintai dunia anak-anak. “Saya merasa sangat senang jika ada siswa kita dapat meraih prestasi, baik akademik maupun non akademik,” pungkasnya. (wan/drs)


COMMENTS