Penulis Wawan Bromo FM Jum'at 24/04/2015 SUMBERASIH - Selama ini petambak garam yang tergabung dalam Kelompok Usaha Garam Ra...
Penulis Wawan Bromo FM
Jum'at 24/04/2015
SUMBERASIH - Selama ini petambak garam yang tergabung dalam Kelompok Usaha Garam Rakyat (Kugar) hanya memproduksi garam krosok yang diperuntukkan sebagai bahan pakan sapi dan ikan. Tetapi ke depan, para petambak garam diajak bukan hanya mampu memproduksi garam mentah saja, tetapi juga garam konsumsi beryodium.
Demi mewujudkan hal itu, Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Probolinggo, Rabu-Kamis (22-23/4) menggelar bimbingan teknis (bimtek) Pengembangan Usaha Garam Rakyat (Pugar) di Hotel Panorama Desa Lemahkembar Kecamatan Sumberasih.
Bimtek Pugar diikuti 40 peserta dari Kugar wilayah Kecamatan Gending dan Tongas serta tenaga pendamping daerah. Mereka mendapatkan materi dari Diskanla Kabupaten Probolinggo, Konsultan Inkubator Mina Bisnis Suramadu, Praktisi Pengolah Garam dari Kota Pasuruan, Bank BRI Cabang Probolinggo dan Teknisi Tambak Garam Kota Surabaya.
“Petambak garam kami ajak jangan hanya bisa memproduksi saja, tetapi juga berusaha untuk memenuhi garam konsumsi di Kabupaten Probolinggo,” ungkap Kepala Diskanla Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi.
Mantan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan ini menjelaskan, swasembada garam konsumsi harus dilakukan. Apalagi selama ini 90% garam konsumsi di Kabupaten Probolinggo disuplai dari luar daerah. Padahal pada 2014 lalu, produksi garam Kabupaten Probolinggo mencapai 25.000 ton. Sementara untuk kebutuhan garam konsumsi di Kabupaten Probolinggo hanya 5.000 ton.
“Jadi ini adalah peluang usaha bagi petambak garam sekaligus menjadi produsen garam konsumsi. Untuk itulah, pelatihan demi pelatihan bagi petambak garam sudah harus berorientasi bisnis/usaha. Bukan untuk menjadi petambak garam rakyat terus yang hasil produksinya dijual murah karena hanya untuk garam jenis krosokan,” jelasnya. (wan/ast)
Demi mewujudkan hal itu, Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Probolinggo, Rabu-Kamis (22-23/4) menggelar bimbingan teknis (bimtek) Pengembangan Usaha Garam Rakyat (Pugar) di Hotel Panorama Desa Lemahkembar Kecamatan Sumberasih.
Bimtek Pugar diikuti 40 peserta dari Kugar wilayah Kecamatan Gending dan Tongas serta tenaga pendamping daerah. Mereka mendapatkan materi dari Diskanla Kabupaten Probolinggo, Konsultan Inkubator Mina Bisnis Suramadu, Praktisi Pengolah Garam dari Kota Pasuruan, Bank BRI Cabang Probolinggo dan Teknisi Tambak Garam Kota Surabaya.
“Petambak garam kami ajak jangan hanya bisa memproduksi saja, tetapi juga berusaha untuk memenuhi garam konsumsi di Kabupaten Probolinggo,” ungkap Kepala Diskanla Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi.
Mantan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan ini menjelaskan, swasembada garam konsumsi harus dilakukan. Apalagi selama ini 90% garam konsumsi di Kabupaten Probolinggo disuplai dari luar daerah. Padahal pada 2014 lalu, produksi garam Kabupaten Probolinggo mencapai 25.000 ton. Sementara untuk kebutuhan garam konsumsi di Kabupaten Probolinggo hanya 5.000 ton.
“Jadi ini adalah peluang usaha bagi petambak garam sekaligus menjadi produsen garam konsumsi. Untuk itulah, pelatihan demi pelatihan bagi petambak garam sudah harus berorientasi bisnis/usaha. Bukan untuk menjadi petambak garam rakyat terus yang hasil produksinya dijual murah karena hanya untuk garam jenis krosokan,” jelasnya. (wan/ast)



COMMENTS