Penulis Wawan Bromo FM Kamis 23/04/2015 SUMBERASIH - Peristiwa ambruknya atap ruang kelas IV SDN Jangur Kecamatan Sumberasih lan...
Penulis Wawan Bromo FM
Kamis 23/04/2015
SUMBERASIH - Peristiwa ambruknya atap ruang kelas IV SDN Jangur Kecamatan Sumberasih langsung direspon Bupati Probolinggo Hj P. Tantriana Sari SE. Rabu (22/04/2015) siang, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Probolinggo ini meninjau lokasi dan penyebab ambruknya atap ruang kelas tersebut.
Bupati Tantri hadir ke gedung sekolah di Dusun Talang Desa Jangur didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo, Kabag Kominfo Yulius Christian dan Camat Sumberasih Ugas Irwanto.
Bupati Tantri mengungkapkan, perbaikan ruang kelas tersebut akan segera dilakukan supaya kegiatan belajar-mengajar bisa kembali normal. Tidak hanya itu, Bupati Tantri berupaya untuk mengembalikan kondisi psikologis siswa dan para guru, serta wali murid yang syok akibat ambruknya ruang kelas saat proses belajar-mengajar, Rabu (22/4) pagi itu.
Sementara Tutug Edi Utomo mengungkapkan, perbaikan atap ruangan kelas IV SDN Jangur yang ambruk itu akan dilakukan dengan menggunakan Dana Insentif Daerah (DID) yang alokasinya total mencapai Rp 12 miliar yang dimanfaatkan untuk perbaikan ruang kelas yang baru.
“Tahun ini Pemerintah Kabupaten Probolinggo hanya mendapat kucuran DAK untuk sekolah dan perbaikan gedung sekolah tidak serta merta dilakukan, melainkan harus dilaksanakan survei terhadap atap ruangan yang ambruk dan atap yang bersebelahan dengan ruangan guru,” ujarnya.
Kejadian runtuhnya atap gedung runtuh berlangsung secara mendadak saat 20 siswa kelas IV sedang mengikuti proses belajar-mengajar. Mereka langsung berhamburan keluar kelas ketika seluruh atap kelasnya tiba-tiba ambruk, Rabu pagi sekitar pukul 08.00 itu.
Akibat kejadian tersebut, 7 siswa mengalami luka-luka bagian lengan dan kepala akibat tertimpa reruntuhan. Sementara satu guru bernama Rifa’i yang kala itu sedang mengajar sempat tidak sadarkan diri. Saat kejadian itu berlangsung ia sedang menyampaikan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
Dari kejadian tersebut, 20 siswa yang tertimpa bangunan itu kemudian dievakuasi keluar dari dalam ruangan kelas. Sementara 8 siswa yang mengalami luka-luka langsung dibawa ke Puskesmas Sumberasih untuk mendapatkan perawatan. (wan/drs)
Bupati Tantri hadir ke gedung sekolah di Dusun Talang Desa Jangur didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo, Kabag Kominfo Yulius Christian dan Camat Sumberasih Ugas Irwanto.
Bupati Tantri mengungkapkan, perbaikan ruang kelas tersebut akan segera dilakukan supaya kegiatan belajar-mengajar bisa kembali normal. Tidak hanya itu, Bupati Tantri berupaya untuk mengembalikan kondisi psikologis siswa dan para guru, serta wali murid yang syok akibat ambruknya ruang kelas saat proses belajar-mengajar, Rabu (22/4) pagi itu.
Sementara Tutug Edi Utomo mengungkapkan, perbaikan atap ruangan kelas IV SDN Jangur yang ambruk itu akan dilakukan dengan menggunakan Dana Insentif Daerah (DID) yang alokasinya total mencapai Rp 12 miliar yang dimanfaatkan untuk perbaikan ruang kelas yang baru.
“Tahun ini Pemerintah Kabupaten Probolinggo hanya mendapat kucuran DAK untuk sekolah dan perbaikan gedung sekolah tidak serta merta dilakukan, melainkan harus dilaksanakan survei terhadap atap ruangan yang ambruk dan atap yang bersebelahan dengan ruangan guru,” ujarnya.
Kejadian runtuhnya atap gedung runtuh berlangsung secara mendadak saat 20 siswa kelas IV sedang mengikuti proses belajar-mengajar. Mereka langsung berhamburan keluar kelas ketika seluruh atap kelasnya tiba-tiba ambruk, Rabu pagi sekitar pukul 08.00 itu.
Akibat kejadian tersebut, 7 siswa mengalami luka-luka bagian lengan dan kepala akibat tertimpa reruntuhan. Sementara satu guru bernama Rifa’i yang kala itu sedang mengajar sempat tidak sadarkan diri. Saat kejadian itu berlangsung ia sedang menyampaikan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
Dari kejadian tersebut, 20 siswa yang tertimpa bangunan itu kemudian dievakuasi keluar dari dalam ruangan kelas. Sementara 8 siswa yang mengalami luka-luka langsung dibawa ke Puskesmas Sumberasih untuk mendapatkan perawatan. (wan/drs)


COMMENTS