Penulis Wawan Bromo FM Rabu 22/04/2015 WONOMERTO - Dalam rangka menurunkan angka perkawinan dini, Badan Pemberdayaan Perempuan dan K...
Penulis Wawan Bromo FM
Rabu 22/04/2015
WONOMERTO - Dalam rangka menurunkan angka perkawinan dini, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Probolinggo gencar blusukan untuk mensosialisasikan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Selasa (21/4) misalnya, BPPKB melakukan sosialisasi di aula Puskesmas Wonomerto.
Kegiatan bertema “Upaya Menurunkan Pernikahan Dini Harus Dilakukan Secara Massive, Terstruktur dan Terus Menerus” ini diikuti 40 orang. Peserta sebanyak itu terdiri dari unsur pengurus NU, Muslimat NU, Fatayat NU dan Ketua Kelompok Pengajian se-Kecamatan Wonomerto.
Dalam sosialisasi ini, para peserta mendapatkan materi dari narasumber dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo dan BPPKB Kabupaten Probolinggo.
“Sosialisasi pendewasaan usia perkawinan ini bertujuan meningkatkan peran serta semua elemen masyarakat untuk menurunkan perkawinan dini (di bawah usia 20 tahun) melalui penyuluhan di kelompok-kelompok pengajian,” ungkap Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Masyarakat Herman Hidayat.
Menurut Herman, pernikahan dini di Kecamatan Wonomerto pada tahun 2014 sekitar 360 orang. Yang memiliki ijazah SMA sebesar 10%, berijazah SD/MI sebesar 75%, tidak mempunyai ijazah sebesar 15%, mempunyai pekerjaan riil sebesar 15%, tidak mempunyai pekerjaan (masih tergantung kepada orangtua) sebesar 85% dan perceraian di atas 2,5% dari total pernikahan (melebihi ambang batas).
“Melalui kegiatan ini diharapkan semua ketua kelompok pengajian menjadi corong dengan komunitasnya untuk mengedepankan pendidikan daripada cepat menikah. Setidaknya angka usia kawin pertama perempuan usia di bawah 20 tahun bisa berkurang dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menikah di usia ideal,” harapnya. (wan/ast)
Rabu 22/04/2015
WONOMERTO - Dalam rangka menurunkan angka perkawinan dini, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Probolinggo gencar blusukan untuk mensosialisasikan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Selasa (21/4) misalnya, BPPKB melakukan sosialisasi di aula Puskesmas Wonomerto.
Kegiatan bertema “Upaya Menurunkan Pernikahan Dini Harus Dilakukan Secara Massive, Terstruktur dan Terus Menerus” ini diikuti 40 orang. Peserta sebanyak itu terdiri dari unsur pengurus NU, Muslimat NU, Fatayat NU dan Ketua Kelompok Pengajian se-Kecamatan Wonomerto.
Dalam sosialisasi ini, para peserta mendapatkan materi dari narasumber dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo dan BPPKB Kabupaten Probolinggo.
“Sosialisasi pendewasaan usia perkawinan ini bertujuan meningkatkan peran serta semua elemen masyarakat untuk menurunkan perkawinan dini (di bawah usia 20 tahun) melalui penyuluhan di kelompok-kelompok pengajian,” ungkap Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Masyarakat Herman Hidayat.
Menurut Herman, pernikahan dini di Kecamatan Wonomerto pada tahun 2014 sekitar 360 orang. Yang memiliki ijazah SMA sebesar 10%, berijazah SD/MI sebesar 75%, tidak mempunyai ijazah sebesar 15%, mempunyai pekerjaan riil sebesar 15%, tidak mempunyai pekerjaan (masih tergantung kepada orangtua) sebesar 85% dan perceraian di atas 2,5% dari total pernikahan (melebihi ambang batas).
“Melalui kegiatan ini diharapkan semua ketua kelompok pengajian menjadi corong dengan komunitasnya untuk mengedepankan pendidikan daripada cepat menikah. Setidaknya angka usia kawin pertama perempuan usia di bawah 20 tahun bisa berkurang dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menikah di usia ideal,” harapnya. (wan/ast)


COMMENTS