Dicko : BromoFM Senin 02/03/2015 KRAKSAAN - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo, Kamis (26/2) menggelar Rapat Kerja ...
Dicko : BromoFM
Senin 02/03/2015
KRAKSAAN - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo, Kamis (26/2) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan. Rakerda ini dibuka Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Asy’ari.
Dalam rakerda yang diikuti Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan pengurus Baznas Kabupaten Probolinggo ini, Baznas menaikkan target perolehan dana ZIS sebesar Rp 2 milyar. Rinciannya, zakat sebesar Rp 1 milyar serta infaq dan shodakoh sebesar Rp 1 milyar.
Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo Ahmad Muzammil mengungkapkan, selama tahun 2014 perolehan dana Zakat Infaq dan Shodakoh (ZIS) stagnan berada pada kisaran Rp 500 juta. Padahal di awal tahun targetnya sebesar Rp 1 milyar. Kalau saja target tersebut terealisasi, maka akan semakin banyak masyarakat yang bisa dibantu.
“Untuk meningkatkan perolehan dana ZIS, maka pengurus Baznas melakukan silaturahim ke sejumlah SKPD untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing SKPD. Sebab selama ini terbalik, di mana perolehannya lebih banyak infaq daripada zakat. Padahal Undang-undang 23 Tahun 2011 sasarannya adalah pengelolaan zakat bukan infaq,” tegasnya.
Sementara Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Asy’ari mengatakan, keberadaan fakir miskin sangat tersentuh oleh program-program dari Baznas Kabupaten Probolinggo. Hal ini sangat membantu mengingat tantangan Pemerintah Daerah yang masih cukup besar sehingga perlu melibatkan berbagai pihak.
“Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan tahun 2011 mencapai 20% dari total jumlah penduduk Kabupaten Probolinggo. Tahun kemarin hanya mampu menurunkan sebesar 1,9%. Jika bisa menurunkan 2% setiap tahun, maka butuh waktu 10 tahun untuk menuntaskan angka kemiskinan,” ungkapnya.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo ini menginstruksikan supaya UPZ SKPD meningkatkan penarikan zakatnya. Selain itu, UPZ harus mensosialisasikan agar PNS membayar zakat. “Maksimalkan peran UPZ supaya perolehan dana ZIS meningkat,” pungkasnya.
Senin 02/03/2015
KRAKSAAN - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo, Kamis (26/2) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan. Rakerda ini dibuka Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Asy’ari.Dalam rakerda yang diikuti Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan pengurus Baznas Kabupaten Probolinggo ini, Baznas menaikkan target perolehan dana ZIS sebesar Rp 2 milyar. Rinciannya, zakat sebesar Rp 1 milyar serta infaq dan shodakoh sebesar Rp 1 milyar.
Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo Ahmad Muzammil mengungkapkan, selama tahun 2014 perolehan dana Zakat Infaq dan Shodakoh (ZIS) stagnan berada pada kisaran Rp 500 juta. Padahal di awal tahun targetnya sebesar Rp 1 milyar. Kalau saja target tersebut terealisasi, maka akan semakin banyak masyarakat yang bisa dibantu.
“Untuk meningkatkan perolehan dana ZIS, maka pengurus Baznas melakukan silaturahim ke sejumlah SKPD untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing SKPD. Sebab selama ini terbalik, di mana perolehannya lebih banyak infaq daripada zakat. Padahal Undang-undang 23 Tahun 2011 sasarannya adalah pengelolaan zakat bukan infaq,” tegasnya.
Sementara Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Asy’ari mengatakan, keberadaan fakir miskin sangat tersentuh oleh program-program dari Baznas Kabupaten Probolinggo. Hal ini sangat membantu mengingat tantangan Pemerintah Daerah yang masih cukup besar sehingga perlu melibatkan berbagai pihak.
“Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan tahun 2011 mencapai 20% dari total jumlah penduduk Kabupaten Probolinggo. Tahun kemarin hanya mampu menurunkan sebesar 1,9%. Jika bisa menurunkan 2% setiap tahun, maka butuh waktu 10 tahun untuk menuntaskan angka kemiskinan,” ungkapnya.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo ini menginstruksikan supaya UPZ SKPD meningkatkan penarikan zakatnya. Selain itu, UPZ harus mensosialisasikan agar PNS membayar zakat. “Maksimalkan peran UPZ supaya perolehan dana ZIS meningkat,” pungkasnya.


COMMENTS