Dicko Bromo FM Senin 16/03/2015 PAKUNIRAN - Jembatan darurat di desa Sumber Kembar Kecamatan Pakuniran Kabupaten Probolinggo yang ...
Dicko Bromo FM
Senin 16/03/2015
PAKUNIRAN - Jembatan darurat di desa Sumber Kembar Kecamatan Pakuniran Kabupaten Probolinggo yang dibangun oleh dinas PU Bina Marga nampaknya kini sudah rampung.
Namun, jembatan itu di anggap ‘Mubadzir’ oleh warga sekitar. Sebab sebelum adanya pembangunan jembatan darurat versi PU itu. Warga sekitar sudah tiga Kecamatan itu sudah bisa dilalui oleh masyarakat sekitar, yang berukuran lebar sekitar 2 meter dan panjang 20 meter usai jembatan permanen ambruk.
“Jembatan yang dibangun warga dan TNI ini sudah cukup, kenapa kok baru sekarang jembatan darurat dibuat lagi, apakah keduanya mau dipakai,”ujar Toha, warga setempat.
Diketahui, hingga saat ini warga dari daerah Paiton yang hendak menuju daerah Pakuniran dan Gading masih harus berputar arah sejauh kurang lebih 10 km, jika menggunakan kendaraan roda 4 atau lebih. Hal Ini otomatis berdampak pada aktifitas perokonomian dan pendidikan daerah setempat. Yang mana, terdapat kurang lebih 4 pasar tradisional dan 10 sekolah Mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, tersebar di daerah tersebut.
Sementara itu, Munaris, Camat Pakuniran, saat dikonfirmasi terkait adanya pungutan uang bagi warga yang hendak melewati jembatan darurat, hal tersebut dianggapnya sudah menjadi kebiasaan dan budaya warga setempat. Diketahui Nantinya uang sumbangan yang terkumpul dari para pengguna jembatan, rencananya akan disalurkan untuk bantuan dana pembangunan mushollah. Tak hanya pihak kecamatan.
“Untuk pungutan uang seikhlasnya dipintu jembatan itu, sudah menjadi budaya warga Kabupaten Probolinggo, dan jembatan yang dibangun PU Bina Marga sudah bisa dilalui,”jelas Munaris.
Sementara itu, Kabid Pemeliharaan PU Binamarga Kabupaten Probolinggo, Santoso, menyebutkan, untuk pembuatan jembatan sementara yang berbahan dari kayu tersebut menelan anggaran sebesar Rp 150 juta.
“Kami memamg serngaja menganggarkan itu, karena jembatan yang dibuat warga kekuatannya masih kurang maksimal, jadi nanti jembatan yang dibuat warga itu akan kami perbaiki lagi,”ujar Santoso.(dc/fir)
Senin 16/03/2015
PAKUNIRAN - Jembatan darurat di desa Sumber Kembar Kecamatan Pakuniran Kabupaten Probolinggo yang dibangun oleh dinas PU Bina Marga nampaknya kini sudah rampung.
Namun, jembatan itu di anggap ‘Mubadzir’ oleh warga sekitar. Sebab sebelum adanya pembangunan jembatan darurat versi PU itu. Warga sekitar sudah tiga Kecamatan itu sudah bisa dilalui oleh masyarakat sekitar, yang berukuran lebar sekitar 2 meter dan panjang 20 meter usai jembatan permanen ambruk.
“Jembatan yang dibangun warga dan TNI ini sudah cukup, kenapa kok baru sekarang jembatan darurat dibuat lagi, apakah keduanya mau dipakai,”ujar Toha, warga setempat.
Diketahui, hingga saat ini warga dari daerah Paiton yang hendak menuju daerah Pakuniran dan Gading masih harus berputar arah sejauh kurang lebih 10 km, jika menggunakan kendaraan roda 4 atau lebih. Hal Ini otomatis berdampak pada aktifitas perokonomian dan pendidikan daerah setempat. Yang mana, terdapat kurang lebih 4 pasar tradisional dan 10 sekolah Mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, tersebar di daerah tersebut.
Sementara itu, Munaris, Camat Pakuniran, saat dikonfirmasi terkait adanya pungutan uang bagi warga yang hendak melewati jembatan darurat, hal tersebut dianggapnya sudah menjadi kebiasaan dan budaya warga setempat. Diketahui Nantinya uang sumbangan yang terkumpul dari para pengguna jembatan, rencananya akan disalurkan untuk bantuan dana pembangunan mushollah. Tak hanya pihak kecamatan.
“Untuk pungutan uang seikhlasnya dipintu jembatan itu, sudah menjadi budaya warga Kabupaten Probolinggo, dan jembatan yang dibangun PU Bina Marga sudah bisa dilalui,”jelas Munaris.
Sementara itu, Kabid Pemeliharaan PU Binamarga Kabupaten Probolinggo, Santoso, menyebutkan, untuk pembuatan jembatan sementara yang berbahan dari kayu tersebut menelan anggaran sebesar Rp 150 juta.
“Kami memamg serngaja menganggarkan itu, karena jembatan yang dibuat warga kekuatannya masih kurang maksimal, jadi nanti jembatan yang dibuat warga itu akan kami perbaiki lagi,”ujar Santoso.(dc/fir)



COMMENTS