Dicko : BromoFM Senin 02/03/2015 KRAKSAAN-Demam batu akik di Kabupaten Probolinggo, semakin gencar. Pasalnya, para pengrajin batu akik m...
Dicko : BromoFM
Senin 02/03/2015
KRAKSAAN-Demam batu akik di Kabupaten Probolinggo, semakin gencar. Pasalnya, para pengrajin batu akik mulai berlomba mencari bebatuan yang saat ini diburu masyarakat, tak lain adalah jenis batu bacan. Setelah melakukan pencarian batu mulia di daerah pegunungan, yang didapatnya bermacam-macam jenis bebatuan yang memiliki daya tarik magnet yang luar biasa.
Seperti yang di lakoni Ghani (40) warga desa Asembagus, kecamatan Kraksaan, kabupaten Probolinggo, dirinya menggeluti dunia bisnisnya tersebut dengan memburu batu akik sekaligus proses pembuataanya. Ia mengaku selama dua tahun ini dirinya sudah mulai sukses dalam bisnisnya. Pasalnya, selalu berkeliling ke pegunungan di Indonesia mencari batu mulia itu.
“Saya mencari batu mulia ini berkeliling ke pegunungan di Indonesia, yaitu ke pegunungan Sumatera, Kalimantan, Bogor, Mataram, dan Bali, Alhamdulillah membuahkan hasil dari pencarian itu, tapi terkadang berisiko tidak mendapatkan batu akik, karena itu sangat sulit,”ujar Ghani.
Nama jenis batu akik yang ia dapat adalah, kalimaya,pancawarna,king syafir,rupi dan batu bacan. Dari batu-batu yang bentuknya awalnya besar dan bulat itu dibentuk berbagai ukuran dan model. Namun, lanjut Ghani, batu akik yang paling diminati masyrakat Kabupaten PPlrobolinggo saat ini adalah batu bacan,”memang batu bacan memiliki kelebihan yang berbeda dibanding batu lainnya,harganya pun lumayan mahal,”sebutnya.
Disebutkannya lagi, harga batu bacan berkisar Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per biji. Di Kabupaten Probolinggo, dirinya hampir ,kehabisan stok batu bacan, karena selama masyarakat demam akik, jenis batu bacan lah yang selalu di beli oleh para kolektor dan pemakai.
“Pemakai batu bacan sekarang hampir merata untuk wilayah Jawa Timuran, bahkan batu akik yang harganya lebih mahal seperti kali maya, masih kalah dengan batu bacan yang selama ini diburu masyarakat,”urai Ghani.(dc/.fir)
Senin 02/03/2015
KRAKSAAN-Demam batu akik di Kabupaten Probolinggo, semakin gencar. Pasalnya, para pengrajin batu akik mulai berlomba mencari bebatuan yang saat ini diburu masyarakat, tak lain adalah jenis batu bacan. Setelah melakukan pencarian batu mulia di daerah pegunungan, yang didapatnya bermacam-macam jenis bebatuan yang memiliki daya tarik magnet yang luar biasa.
Seperti yang di lakoni Ghani (40) warga desa Asembagus, kecamatan Kraksaan, kabupaten Probolinggo, dirinya menggeluti dunia bisnisnya tersebut dengan memburu batu akik sekaligus proses pembuataanya. Ia mengaku selama dua tahun ini dirinya sudah mulai sukses dalam bisnisnya. Pasalnya, selalu berkeliling ke pegunungan di Indonesia mencari batu mulia itu.
“Saya mencari batu mulia ini berkeliling ke pegunungan di Indonesia, yaitu ke pegunungan Sumatera, Kalimantan, Bogor, Mataram, dan Bali, Alhamdulillah membuahkan hasil dari pencarian itu, tapi terkadang berisiko tidak mendapatkan batu akik, karena itu sangat sulit,”ujar Ghani.
Nama jenis batu akik yang ia dapat adalah, kalimaya,pancawarna,king syafir,rupi dan batu bacan. Dari batu-batu yang bentuknya awalnya besar dan bulat itu dibentuk berbagai ukuran dan model. Namun, lanjut Ghani, batu akik yang paling diminati masyrakat Kabupaten PPlrobolinggo saat ini adalah batu bacan,”memang batu bacan memiliki kelebihan yang berbeda dibanding batu lainnya,harganya pun lumayan mahal,”sebutnya.
Disebutkannya lagi, harga batu bacan berkisar Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per biji. Di Kabupaten Probolinggo, dirinya hampir ,kehabisan stok batu bacan, karena selama masyarakat demam akik, jenis batu bacan lah yang selalu di beli oleh para kolektor dan pemakai.
“Pemakai batu bacan sekarang hampir merata untuk wilayah Jawa Timuran, bahkan batu akik yang harganya lebih mahal seperti kali maya, masih kalah dengan batu bacan yang selama ini diburu masyarakat,”urai Ghani.(dc/.fir)


COMMENTS