Dicko : BromoFM Senin 09/03/2015 KRAKSAA N-Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo terus berupaya mencukupi kebutuhan darah....
Dicko : BromoFM
Senin 09/03/2015
KRAKSAAN-Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo terus berupaya mencukupi kebutuhan darah. Sebab, stok darah di markas PMI terbilang tidak terbatas. Sejak awal Januari 2015 ini, tingkat kesadaran pendonor saat ini meningkat. Hal ini diungkapkan oleh Puji Indriati, bagian Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten setempat.
Indri menuturkan, setelah dilakukan sosialisasi keliling di berbagai Instansi dilingkungan Kabupaten Probolinggo, keksadaan pendonor lambat laun mulai bertambah, sedangkan permintaan sekarang tidak begitu tinggi.
Perolehan darah saat ini masih terbilang mencukupi, sementara kantong darang dari golongan A, B, O dan AB masih menyisakan sekitar 100 kantong darah. 100 kantong tersebut bisa dipakai sekitar 2 minggu, itupun kalau permintaan dari pendonor tinggi.
”Dengan ketersediaan 100 kantong darah, kami tidak menghawatirkannya, sebab, setiap harinya pendonor masih menyempatkan untuk datang ke UDD PMI, yang jelas ketersediaan masih terus berjalan, apalagi para petugas masih terus berkeliling mencari pendonor,”sebut Indri.
Dengan adanya donor darah di beberapa instansi, perusahaan, di daerah-daerah dan lain sebagainya. Pihak PMI juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat, PMI telah melakukan sosialisasi ke berbagai Kecamatan.
Sementara menurut Sukarman, selaku sekretaris PMI Kabupaten Probolinggo, bahwa PMI saat ini mulai bergerak dengan meminta data kepada sekolah-sekolah di lingkungan Kabupaten Probolinggo, karena pihaknya menyesuaikan turunnya anggaran, yang mana setiap tahunnya PMI mendapat anggaran dari Pemerintah sebesar Rp 435 juta, dan itu sudah berjalan selama 4 tahun hingga sekarang.
”Dari anggaran tersebut kami menyisihkan dana untuk bantuan kaca mata untuk siswa itu, setelah kami gunakan untuk fasilitas dan kebutuhan PMI,”aku Sukarman.(dc/fir)
Senin 09/03/2015
KRAKSAAN-Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo terus berupaya mencukupi kebutuhan darah. Sebab, stok darah di markas PMI terbilang tidak terbatas. Sejak awal Januari 2015 ini, tingkat kesadaran pendonor saat ini meningkat. Hal ini diungkapkan oleh Puji Indriati, bagian Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten setempat.
Indri menuturkan, setelah dilakukan sosialisasi keliling di berbagai Instansi dilingkungan Kabupaten Probolinggo, keksadaan pendonor lambat laun mulai bertambah, sedangkan permintaan sekarang tidak begitu tinggi.
Perolehan darah saat ini masih terbilang mencukupi, sementara kantong darang dari golongan A, B, O dan AB masih menyisakan sekitar 100 kantong darah. 100 kantong tersebut bisa dipakai sekitar 2 minggu, itupun kalau permintaan dari pendonor tinggi.
”Dengan ketersediaan 100 kantong darah, kami tidak menghawatirkannya, sebab, setiap harinya pendonor masih menyempatkan untuk datang ke UDD PMI, yang jelas ketersediaan masih terus berjalan, apalagi para petugas masih terus berkeliling mencari pendonor,”sebut Indri.
Dengan adanya donor darah di beberapa instansi, perusahaan, di daerah-daerah dan lain sebagainya. Pihak PMI juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat, PMI telah melakukan sosialisasi ke berbagai Kecamatan.
Sementara menurut Sukarman, selaku sekretaris PMI Kabupaten Probolinggo, bahwa PMI saat ini mulai bergerak dengan meminta data kepada sekolah-sekolah di lingkungan Kabupaten Probolinggo, karena pihaknya menyesuaikan turunnya anggaran, yang mana setiap tahunnya PMI mendapat anggaran dari Pemerintah sebesar Rp 435 juta, dan itu sudah berjalan selama 4 tahun hingga sekarang.
”Dari anggaran tersebut kami menyisihkan dana untuk bantuan kaca mata untuk siswa itu, setelah kami gunakan untuk fasilitas dan kebutuhan PMI,”aku Sukarman.(dc/fir)



COMMENTS