Dicko Bromo FM Selasa 10/03/2015 PAKUNIRAN - Warga yang dibantu TNI Polri, membuat jembatan darurat di desa Sumber Kembar, Kecamat...
Dicko Bromo FM
Selasa 10/03/2015
PAKUNIRAN - Warga yang dibantu TNI Polri, membuat jembatan darurat di desa Sumber Kembar, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, pasca ambruknya jembatan dua hari yang lalu. Kerja sama itu digelar pada Selasa (10/03/2015). Jembatan dibuat memakai bahan babu dan bahan lainnya yang dibutuhkan.
Langkah tersebut untuk membantu kelancaran jalan warga untuk beraktifitas, sehingga perekonomian tidak terhambat. Selain itu membantu kelancaran siswa sekolah yang beberapa hari ini disulitkan berangkat sekolah lewat jalan utama tersebut.
Danramil Pakuniran Kpt Inf Toni Wuryono menuturkan, dalam kerja sama tersebut pihaknya telah mengerahkan kurang lebih sebanyak 200 personel gabungan TNI Polri. Dari banyaknya personil yang diturunkan, agar supaya pembuatan jembatan darurat itu cepet terselesaikan. Karena dari kesepakatan Muspika setempat, jembatan yang bersifat sementara itu
“Jembatan darurat ini, hanya bisa dilewati para pejalan kaki, dan kendaraan roda 2 saja, karena konstruksinya yang hanya tersusun dari bambu. Sementara bagi kendaraan roda 4, terpaksa harus berputar arah dengan jarak tempuh kurang lebih 10 km,”ujar Danramil Pakuniran Kpt Inf Toni Wuryono, saat ditemui dilokasi.
Harapan warga, dengan dibangunnya jembatan darurat, akses jalan bisa dilalui, meski kekuatannya tidak seberapa. Dan itu membantu perekonomian warga terutama juga kepada para pelajar yang kesulitan jalan utama untuk ke sekolah.
Sementara Munaris, Camat Pakuniran, menyebutkan siswa sekolah yang kesulitan akses jalan, kurang lebih 10 sekolah dari tingkat SD, SMP dan SLTA yang terbagi ke 2 lokasi di daerah setempat.”Dari itu kami bersepakat membuat jalan darurat ini agar mereka warga dan siswa sekolah tidak kesulitan lagi,”ujarnya.
Dikatakan Munaris, untuk saat ini siswa dan warga masih harus melewati jalan alternatif, yang jaraknya cukup jauh, sekitar 3 sampai 4 km. Untuk warga yang tertinggal keseluruhan kurang lebih mencapai 50.000 se-Kecamatan Pakuniran. Lain lagi yang berada di Kecamatan Gading dan Kecamatan Paiton.
Sementara itu lanjut Munaris, untuk pembangunan jembatan secara permanen, masih menunggu turunnya perubahan dana keuangan dari dinas terkait, yang sebelumnya di anggarkan sebesar kurang lebih Rp 350.000 juta, untuk dana perbaikan jembatan. Saat ini pasca kejadian membengkak menjadi Rp 1 miliar untuk pembangunan ulang jembatan.(dc/fir)
Selasa 10/03/2015
PAKUNIRAN - Warga yang dibantu TNI Polri, membuat jembatan darurat di desa Sumber Kembar, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, pasca ambruknya jembatan dua hari yang lalu. Kerja sama itu digelar pada Selasa (10/03/2015). Jembatan dibuat memakai bahan babu dan bahan lainnya yang dibutuhkan.
Langkah tersebut untuk membantu kelancaran jalan warga untuk beraktifitas, sehingga perekonomian tidak terhambat. Selain itu membantu kelancaran siswa sekolah yang beberapa hari ini disulitkan berangkat sekolah lewat jalan utama tersebut.
Danramil Pakuniran Kpt Inf Toni Wuryono menuturkan, dalam kerja sama tersebut pihaknya telah mengerahkan kurang lebih sebanyak 200 personel gabungan TNI Polri. Dari banyaknya personil yang diturunkan, agar supaya pembuatan jembatan darurat itu cepet terselesaikan. Karena dari kesepakatan Muspika setempat, jembatan yang bersifat sementara itu
“Jembatan darurat ini, hanya bisa dilewati para pejalan kaki, dan kendaraan roda 2 saja, karena konstruksinya yang hanya tersusun dari bambu. Sementara bagi kendaraan roda 4, terpaksa harus berputar arah dengan jarak tempuh kurang lebih 10 km,”ujar Danramil Pakuniran Kpt Inf Toni Wuryono, saat ditemui dilokasi.
Harapan warga, dengan dibangunnya jembatan darurat, akses jalan bisa dilalui, meski kekuatannya tidak seberapa. Dan itu membantu perekonomian warga terutama juga kepada para pelajar yang kesulitan jalan utama untuk ke sekolah.
Sementara Munaris, Camat Pakuniran, menyebutkan siswa sekolah yang kesulitan akses jalan, kurang lebih 10 sekolah dari tingkat SD, SMP dan SLTA yang terbagi ke 2 lokasi di daerah setempat.”Dari itu kami bersepakat membuat jalan darurat ini agar mereka warga dan siswa sekolah tidak kesulitan lagi,”ujarnya.
Dikatakan Munaris, untuk saat ini siswa dan warga masih harus melewati jalan alternatif, yang jaraknya cukup jauh, sekitar 3 sampai 4 km. Untuk warga yang tertinggal keseluruhan kurang lebih mencapai 50.000 se-Kecamatan Pakuniran. Lain lagi yang berada di Kecamatan Gading dan Kecamatan Paiton.
Sementara itu lanjut Munaris, untuk pembangunan jembatan secara permanen, masih menunggu turunnya perubahan dana keuangan dari dinas terkait, yang sebelumnya di anggarkan sebesar kurang lebih Rp 350.000 juta, untuk dana perbaikan jembatan. Saat ini pasca kejadian membengkak menjadi Rp 1 miliar untuk pembangunan ulang jembatan.(dc/fir)


COMMENTS