Dicko Bromo FM Jum'at 27/03/2015 Sebagai guru disalah satu sekolah swasta, perempuan bernama Nujrul Khotimah, asal Desa/Kecama...
Dicko Bromo FM
Jum'at 27/03/2015
Sebagai guru disalah satu sekolah swasta, perempuan bernama Nujrul Khotimah, asal Desa/Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, mempunyai kemampuan sebagai guru bahasa Inggris. Sebab, menurut perempuan yang sudah mengajar selama 3 tahun ini, sebebelumnya, berkeinginan menjadi guru bahasa Inggris sejak dirinya duduk bangku SMP.
Selama ini apa yang menjadi keinginannya, telah tercapai. Perempuan yang disapa Nurul, ini mengaku, kalau menjadi guru bahasa Inggris, tidak mudah untuk diterapkan terhadap siswa. Apa lagi sebagai guru mengajar yang bukan bahasa Indonesia yang dipakai, sebab, tidak semua siswa memahami pelajaran tersebut. Satu jalan adalah dari guru itu sendiri yang mempunyai sebagai mana siswa bisa memahaminya.
“Guru ketika berada di dalam kelas diibaratkan sebagai seorang pedagang yang sedang menjual barang dagangannya. Calon pembelinya adalah siswa-siswinya. Barang dagangannya adalah ilmu pengetahuan yang dimilikinya,”ungkap perempuan kelahiran Probolinggo, 5 Desember 1988 ini.
Nurul, yang memang suka membaca buku bahasa Inggris ini menguraikan bahwa seorang guru tidak jauh layaknya seorang pedagang yang akan melakukan promosi apa saja untuk membuat dagangannya laku terjual, gurupun juga demikian. Guru akan melakukan apa saja untuk membuat para siswa-siswinya tertarik pada materi yang diajarkan.
“Meski mengajar bahasa Inggris itu boleh dibilang tidak mudah, namun tujuan saya, hanya ingin membagi pengetahuan saja, artinya saya harus menerapkan ilmu pendidikan kepada anak Bangsa, baik itu anak usia dini, tingkat SD, SMP, dan SMA. Alhamdulillah jika ilmu yang saya miliki bermanfaat bagi mereka,”jelas Nurul, yang sudah menempuh kuliah S-1 Unversitas Kanjuruan, Pendidikan Bahasa Inggris di Malang. (dc/fir)
Jum'at 27/03/2015
Sebagai guru disalah satu sekolah swasta, perempuan bernama Nujrul Khotimah, asal Desa/Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, mempunyai kemampuan sebagai guru bahasa Inggris. Sebab, menurut perempuan yang sudah mengajar selama 3 tahun ini, sebebelumnya, berkeinginan menjadi guru bahasa Inggris sejak dirinya duduk bangku SMP.
Selama ini apa yang menjadi keinginannya, telah tercapai. Perempuan yang disapa Nurul, ini mengaku, kalau menjadi guru bahasa Inggris, tidak mudah untuk diterapkan terhadap siswa. Apa lagi sebagai guru mengajar yang bukan bahasa Indonesia yang dipakai, sebab, tidak semua siswa memahami pelajaran tersebut. Satu jalan adalah dari guru itu sendiri yang mempunyai sebagai mana siswa bisa memahaminya.
“Guru ketika berada di dalam kelas diibaratkan sebagai seorang pedagang yang sedang menjual barang dagangannya. Calon pembelinya adalah siswa-siswinya. Barang dagangannya adalah ilmu pengetahuan yang dimilikinya,”ungkap perempuan kelahiran Probolinggo, 5 Desember 1988 ini.
Nurul, yang memang suka membaca buku bahasa Inggris ini menguraikan bahwa seorang guru tidak jauh layaknya seorang pedagang yang akan melakukan promosi apa saja untuk membuat dagangannya laku terjual, gurupun juga demikian. Guru akan melakukan apa saja untuk membuat para siswa-siswinya tertarik pada materi yang diajarkan.
“Meski mengajar bahasa Inggris itu boleh dibilang tidak mudah, namun tujuan saya, hanya ingin membagi pengetahuan saja, artinya saya harus menerapkan ilmu pendidikan kepada anak Bangsa, baik itu anak usia dini, tingkat SD, SMP, dan SMA. Alhamdulillah jika ilmu yang saya miliki bermanfaat bagi mereka,”jelas Nurul, yang sudah menempuh kuliah S-1 Unversitas Kanjuruan, Pendidikan Bahasa Inggris di Malang. (dc/fir)



COMMENTS