Dicko Bromo FM Senin 23/03/2015 KRAKSAAN – Setelah melihat terdakwah Najibudin, keluar dari mobil tahanan Kejaksaan Negeri Kraksaan...
Dicko Bromo FM
Senin 23/03/2015
KRAKSAAN – Setelah melihat terdakwah Najibudin, keluar dari mobil tahanan Kejaksaan Negeri Kraksaan Kabupaten Probolinggo, ibu korban yang diketahu bernama Lilik, langsung menangis histeris, di Pengadilan Negeri (PN) Kota Kraksaan.
Nampak para petugas kepolisian dari Polr4es Probolinggo, menjaga ketat keluarga korban yang berjumlah ratusan orang. Bahkan, ibu korban saat histeris sempat terjatuh dipelukan seorang Polwan yang melakukan penjagaan saat itu.
Seluruh keluarga korban dan para tetangganya ang hadir saat persidangan, terus berusaha menghajar terdakwah, namun terdakwah masih terlindungi oleh petugas kepolisian.
Tangisan terus terjadi mulai dari saudara, kakek dan nenek korban, bahkan ibu korban tak hentinya histeris.
“Ini tidak adil kalau pelaku pembunuh anak saya tidak dihukum mati, hukum dia pak Polisi, hukum mati orang jahat itu,”jerit ibu korban dihadapan Polisi dan Para hakim di PN Kraksaan.(dc/fir)
Senin 23/03/2015
KRAKSAAN – Setelah melihat terdakwah Najibudin, keluar dari mobil tahanan Kejaksaan Negeri Kraksaan Kabupaten Probolinggo, ibu korban yang diketahu bernama Lilik, langsung menangis histeris, di Pengadilan Negeri (PN) Kota Kraksaan.
Nampak para petugas kepolisian dari Polr4es Probolinggo, menjaga ketat keluarga korban yang berjumlah ratusan orang. Bahkan, ibu korban saat histeris sempat terjatuh dipelukan seorang Polwan yang melakukan penjagaan saat itu.
Seluruh keluarga korban dan para tetangganya ang hadir saat persidangan, terus berusaha menghajar terdakwah, namun terdakwah masih terlindungi oleh petugas kepolisian.
Tangisan terus terjadi mulai dari saudara, kakek dan nenek korban, bahkan ibu korban tak hentinya histeris.
“Ini tidak adil kalau pelaku pembunuh anak saya tidak dihukum mati, hukum dia pak Polisi, hukum mati orang jahat itu,”jerit ibu korban dihadapan Polisi dan Para hakim di PN Kraksaan.(dc/fir)


COMMENTS