Dicko : BromoFM Kamis 05/03/2015 LECES – Mulai tahun 2015, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Probolinggo mengubah sistem pompa...
Dicko : BromoFM
Kamis 05/03/2015
LECES – Mulai tahun 2015, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Probolinggo mengubah sistem pompa di mata air Sumber Tancak Kecamatan Tiris dari sistem energi listrik PLN menjadi sistem gravitasi. Sistem pompa gravitasi dengan jaringan perpipaan ini dilakukan sebagai upaya efisiensi energi listrik.
Perubahan sistem pompa tersebut tertuang dalam kegiatan perencanaan jaringan perpipaan sesuai Detil Engineering Design (DED) sebesar Rp 30 milyar dari dana APBN bantuan Kementerian Pekerjaan Umum RI.
“Pengajuannya kami usulkan melalui dana APBN Kementerian PU RI. Usulan tersebut sudah diterima untuk pengerjaan dan pelaksanaan jaringan perpipaan sepanjang 7,4 kilometer,” ungkap Direktur PDAM Kabupaten Probolinggo Bambang Lasmono.
Perubahan sistem pompa ini, jelas Bambang, juga akan menambah cakupan pelayanan air kepada masyarakat. Sebab saat ini dengan sistem baru ini debit air yang dihasilkan mencapai 100-200 liter/detik. Berbeda saat menggunakan energi listrik yang debitnya hanya 50 liter/detik.(dc/fir
)
Kamis 05/03/2015
LECES – Mulai tahun 2015, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Probolinggo mengubah sistem pompa di mata air Sumber Tancak Kecamatan Tiris dari sistem energi listrik PLN menjadi sistem gravitasi. Sistem pompa gravitasi dengan jaringan perpipaan ini dilakukan sebagai upaya efisiensi energi listrik.Perubahan sistem pompa tersebut tertuang dalam kegiatan perencanaan jaringan perpipaan sesuai Detil Engineering Design (DED) sebesar Rp 30 milyar dari dana APBN bantuan Kementerian Pekerjaan Umum RI.
“Pengajuannya kami usulkan melalui dana APBN Kementerian PU RI. Usulan tersebut sudah diterima untuk pengerjaan dan pelaksanaan jaringan perpipaan sepanjang 7,4 kilometer,” ungkap Direktur PDAM Kabupaten Probolinggo Bambang Lasmono.
Perubahan sistem pompa ini, jelas Bambang, juga akan menambah cakupan pelayanan air kepada masyarakat. Sebab saat ini dengan sistem baru ini debit air yang dihasilkan mencapai 100-200 liter/detik. Berbeda saat menggunakan energi listrik yang debitnya hanya 50 liter/detik.(dc/fir
)


COMMENTS