Dicko : BromoFM Kamis 05/03/2015 PAITON - Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan pencanangan Gerakan...
Dicko : BromoFM
Kamis 05/03/2015
PAITON - Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan pencanangan Gerakan Memberantas Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (Gemesnya DBD), Rabu (4/3) di Pendopo Kecamatan Paiton.
Pencanangan yang ditandai dengan gerakan 3M (menguras, menutup dan mengubur) plus ini dihadiri oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Asy’ari, Kepala Bidang P2PMK Dinkes Provinsi Jawa Timur drg. Ansyarul Fahruda dan Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko.
Dalam sambutannya Asy’ari mengungkapkan bahwa vaksinasi untuk mencegah dan obat pembasmi virus DBD sampai saat ini belum ada. Cara terbaik adalah dengan memberantas nyamuk Aedes Aegypti beserta jentik-jentiknya.
“Upaya penanggulangan penyakit DBD yang dinilai paling efektif adalah dengan menggerakkan peran serta masyarakat dalam gerakan pemberantasan sarang nyamuk DBD melalui gerakan 3M plus.
Sedangkan Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. SHodiq Tjahjono mengungkapkan bahwa jumlah kasus DBD pada tahun 2012 sebanyak 56 kasus dengan kematian 1 orang, tahun 2013 sebanyak 134 kasus dengan kematian 3 orang, tahun 2014 sebanyak 216 kasus dengan kematian 4 orang. Pada bulan Januari 2015, sebanyak 144 kasus dengan kematian nihil dan Pebruari sampai tanggal 23 sudah mencapai 129 kasus dengan kematian 3 orang.
Sementara Ansyarul Fahruda mengungkapkan pemberantasan DBD dilakukan dengan melibatkan semua pihak dengan harapan penyebarannya bisa diberantas dengan baik. “Nyamuk DBD saat ini sedang diujicobakan supaya tidak membawa virus DBD. Betapa pentingnya kita memberantas jentik dan nyamuk dewasanya,” ungkapnya.(dc/fir
)
Kamis 05/03/2015
PAITON - Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan pencanangan Gerakan Memberantas Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (Gemesnya DBD), Rabu (4/3) di Pendopo Kecamatan Paiton.Pencanangan yang ditandai dengan gerakan 3M (menguras, menutup dan mengubur) plus ini dihadiri oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Asy’ari, Kepala Bidang P2PMK Dinkes Provinsi Jawa Timur drg. Ansyarul Fahruda dan Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko.
Dalam sambutannya Asy’ari mengungkapkan bahwa vaksinasi untuk mencegah dan obat pembasmi virus DBD sampai saat ini belum ada. Cara terbaik adalah dengan memberantas nyamuk Aedes Aegypti beserta jentik-jentiknya.
“Upaya penanggulangan penyakit DBD yang dinilai paling efektif adalah dengan menggerakkan peran serta masyarakat dalam gerakan pemberantasan sarang nyamuk DBD melalui gerakan 3M plus.
Sedangkan Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. SHodiq Tjahjono mengungkapkan bahwa jumlah kasus DBD pada tahun 2012 sebanyak 56 kasus dengan kematian 1 orang, tahun 2013 sebanyak 134 kasus dengan kematian 3 orang, tahun 2014 sebanyak 216 kasus dengan kematian 4 orang. Pada bulan Januari 2015, sebanyak 144 kasus dengan kematian nihil dan Pebruari sampai tanggal 23 sudah mencapai 129 kasus dengan kematian 3 orang.
Sementara Ansyarul Fahruda mengungkapkan pemberantasan DBD dilakukan dengan melibatkan semua pihak dengan harapan penyebarannya bisa diberantas dengan baik. “Nyamuk DBD saat ini sedang diujicobakan supaya tidak membawa virus DBD. Betapa pentingnya kita memberantas jentik dan nyamuk dewasanya,” ungkapnya.(dc/fir
)


COMMENTS