Dicko Bromo FM Selasa 10/03/2015 Siti Sholeha , adalah salah seorang guru yang terbilang sangat muda, dan puasnya meniti kariernya d...
Dicko Bromo FM
Selasa 10/03/2015
Siti Sholeha,
adalah salah seorang guru yang terbilang sangat muda, dan puasnya
meniti kariernya didunia pendidikan, meskipun dirinya setiap harinya
disibukan dengan mengajar, ia tetap penuh semangat. Pagi dan sore
waktunya selalu dihabiskan di sekolah untuk mengjar siswanya.
Saat ini perempuan cantik ini mengajar di dua sekolah, pagi ia mengajar di Madrasah Aliyah Zainul Hasan Genggong, sedangkan sore ia mengajar Bimbel Ganesha Operation Kota Kraksaan. Namun ia tetap berperinsip bahwa seorang guru itu harus mempunyai ketelatenan meskipun terkadang merasa jenuh di ruang kelasnya saat mengajar.
Gadis berkulit kuning langsat asal Desa Brumbungan kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, ini mengaku selama dua tahun dirinya mengajar, tak pernah dirinya mngeluh dengan sebuah kendala apapun yang ia alami.”Saya berperinsip kalau seorang guru itu harus benar-benar mengemban amanah dengan sebaik mungkin, dan harus telaten,”sebut gadis kelahiran Probolinggo 08 Februari 1992 ini.
Selain itu ia mengatakan, bahwa menjadi seorang guru itu tidak semudah yang dibayangkan, karena seorang guru itu harus didasari dengan mental dan kesabaran. Sebab, bagaimanapun kita seorang guru harus mampu menerjemahkan yang terbaik kepada murid yang masih usia 6-7 tahun yang duduk di kelas II SD.
“Saya mempunyai keinginan menjadi guru yag tauladan, tapi sampai saat ini semua itu belum saya dapati. Hanya saja saya ingin terus berusaha menjadi yang terbaik dan profesional memberi pelajaran terhdapa murid-murid disini,” ungkap gadis yang telah menempuh S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, di Uniersitas Jember .
Ia mengaku, dirinya memang masih seumur jagung menjadi seorang guru, tapi dirinya sampai saat ini merasa tidak puas diri untuk menggali potensi murid-muridnya, karena baginya, murid yang ia bina itu masih sangat butuh ketelatenan, perhatian dan kesabaran dari seorang guru.
“Mental dan kesabaran itu adalah suatu modal utuk menerjemahkan yang terbaik kepada murid sebagai penerus bangsa yang jujur, tekun, berbudi pekerti dan beribawa.Bahkan saya masih mempunyai keinginan yang lebih untuk mendorong murid yang lebih bonafid,” papar gadis yang akrap disapa Siti ini.(dc/fir)
Selasa 10/03/2015
Siti Sholeha,
adalah salah seorang guru yang terbilang sangat muda, dan puasnya
meniti kariernya didunia pendidikan, meskipun dirinya setiap harinya
disibukan dengan mengajar, ia tetap penuh semangat. Pagi dan sore
waktunya selalu dihabiskan di sekolah untuk mengjar siswanya.Saat ini perempuan cantik ini mengajar di dua sekolah, pagi ia mengajar di Madrasah Aliyah Zainul Hasan Genggong, sedangkan sore ia mengajar Bimbel Ganesha Operation Kota Kraksaan. Namun ia tetap berperinsip bahwa seorang guru itu harus mempunyai ketelatenan meskipun terkadang merasa jenuh di ruang kelasnya saat mengajar.
Gadis berkulit kuning langsat asal Desa Brumbungan kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, ini mengaku selama dua tahun dirinya mengajar, tak pernah dirinya mngeluh dengan sebuah kendala apapun yang ia alami.”Saya berperinsip kalau seorang guru itu harus benar-benar mengemban amanah dengan sebaik mungkin, dan harus telaten,”sebut gadis kelahiran Probolinggo 08 Februari 1992 ini.
Selain itu ia mengatakan, bahwa menjadi seorang guru itu tidak semudah yang dibayangkan, karena seorang guru itu harus didasari dengan mental dan kesabaran. Sebab, bagaimanapun kita seorang guru harus mampu menerjemahkan yang terbaik kepada murid yang masih usia 6-7 tahun yang duduk di kelas II SD.
“Saya mempunyai keinginan menjadi guru yag tauladan, tapi sampai saat ini semua itu belum saya dapati. Hanya saja saya ingin terus berusaha menjadi yang terbaik dan profesional memberi pelajaran terhdapa murid-murid disini,” ungkap gadis yang telah menempuh S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, di Uniersitas Jember .
Ia mengaku, dirinya memang masih seumur jagung menjadi seorang guru, tapi dirinya sampai saat ini merasa tidak puas diri untuk menggali potensi murid-muridnya, karena baginya, murid yang ia bina itu masih sangat butuh ketelatenan, perhatian dan kesabaran dari seorang guru.
“Mental dan kesabaran itu adalah suatu modal utuk menerjemahkan yang terbaik kepada murid sebagai penerus bangsa yang jujur, tekun, berbudi pekerti dan beribawa.Bahkan saya masih mempunyai keinginan yang lebih untuk mendorong murid yang lebih bonafid,” papar gadis yang akrap disapa Siti ini.(dc/fir)


COMMENTS