Dicko : BromoFM Kamis 19/02/2015 KRAKSAAN – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolin...
Dicko : BromoFM
Kamis 19/02/2015
KRAKSAAN – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo mengadakan seminar dengan tema “Strategi Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Probolinggo” di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Selasa (17/2).
Dalam seminar tersebut, IBI dan Dinkes membuat kesepakatan komitmen untuk bersama-sama menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Probolinggo.
Seminar yang diikuti oleh 457 orang anggota IBI tersebut menghadirkan narasumber dr. Doni Rahadiyanto SpoG dengan materi tentang deteksi dan penanganan kasus emergency pada ibu hamil dan ibu melahirkan serta dr. Made Suderata, Spa dengan materi tentang deteksi dan penanganan bayi premature dan Intrauterine Growth Restriction (IUGR).
Ketua IBI Kabupaten Probolinggo Mariah mengungkapkan bahwa bidan pasti bisa dan siap untuk menurunkan AKI dan AKB pada tahun 2015. “Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan menjaga mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak di Polindes maupun di Puskesmas melalui penanganan yang standart dalam rangka mempercepat penurunan AKI dan AKB,” ungkapnya.
Sementara Sekretaris Dinkes Kabupaten Probolinggo Anna Maria Dwi Susiandari menyampaikan strategi penurunan AKI dan AKB di Kabupaten Probolinggo dengan kegiatan Gebrak (Gerakan Bersama Amankan Kehamilan) dan dilanjutkan kegiatan nenek Asuh (Awal Sehat Untuk Hidup Sehat) dengan memberdayakan kader posyandu lansia untuk mendampingi bumil (ibu hamil), ibu bersalin dan ibu nifas.
“Selain itu, pendampingan ibu hamil resiko tinggi oleh kader posyandu di 10 kecamatan penyumbang kematian ibu dan bayi. Untuk menunjang kegiatan tersebut bidan harus meningkatkan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kesehatan ibu dan anak pada masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM, kader serta meningkatkan profesi sebagai seorang bidan dan punya semangat untuk bahu membahu memberikan pelayanan kebidanan bagi ibu dan bayi secara profesional,” ujarnya.(dc/fir)
Kamis 19/02/2015
KRAKSAAN – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo mengadakan seminar dengan tema “Strategi Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Probolinggo” di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Selasa (17/2).Dalam seminar tersebut, IBI dan Dinkes membuat kesepakatan komitmen untuk bersama-sama menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Probolinggo.
Seminar yang diikuti oleh 457 orang anggota IBI tersebut menghadirkan narasumber dr. Doni Rahadiyanto SpoG dengan materi tentang deteksi dan penanganan kasus emergency pada ibu hamil dan ibu melahirkan serta dr. Made Suderata, Spa dengan materi tentang deteksi dan penanganan bayi premature dan Intrauterine Growth Restriction (IUGR).
Ketua IBI Kabupaten Probolinggo Mariah mengungkapkan bahwa bidan pasti bisa dan siap untuk menurunkan AKI dan AKB pada tahun 2015. “Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan menjaga mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak di Polindes maupun di Puskesmas melalui penanganan yang standart dalam rangka mempercepat penurunan AKI dan AKB,” ungkapnya.
Sementara Sekretaris Dinkes Kabupaten Probolinggo Anna Maria Dwi Susiandari menyampaikan strategi penurunan AKI dan AKB di Kabupaten Probolinggo dengan kegiatan Gebrak (Gerakan Bersama Amankan Kehamilan) dan dilanjutkan kegiatan nenek Asuh (Awal Sehat Untuk Hidup Sehat) dengan memberdayakan kader posyandu lansia untuk mendampingi bumil (ibu hamil), ibu bersalin dan ibu nifas.
“Selain itu, pendampingan ibu hamil resiko tinggi oleh kader posyandu di 10 kecamatan penyumbang kematian ibu dan bayi. Untuk menunjang kegiatan tersebut bidan harus meningkatkan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kesehatan ibu dan anak pada masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM, kader serta meningkatkan profesi sebagai seorang bidan dan punya semangat untuk bahu membahu memberikan pelayanan kebidanan bagi ibu dan bayi secara profesional,” ujarnya.(dc/fir)


COMMENTS