Dicko Bromo FM Rabu 11/02/2015 PAITON - Tim jejaring penanganan terpadu yang terdiri dari BPSPL Denpasar, Ditjen KP3K KKP, DKP Provin...
Dicko Bromo FM
Rabu 11/02/2015
PAITON
- Tim jejaring penanganan terpadu yang terdiri dari BPSPL Denpasar,
Ditjen KP3K KKP, DKP Provinsi Jawa Timur, DKP Probolinggo, Dokter hewan,
Universitas Brawijaya, edan Tim rescue dari PLTU Paiton yang didukung
oleh LIPI, BalitbangKP, WWF dan JAAN saat melakukan evavakuasi Hiu Paus
membutuhkan waktu selama 4 jam.
“Memang membutuhkan waktu yang agak lama dalam proses evakuasi, karena dalam intake kanal PLTU Paiton harus melawan kapasitas sedot air yang mencapai 12,6 km/detik, dan harus memakai alat berat sebagai penunjanh penyelamatan Hiu,”kata Agus Dermawan, Derektur Konsevasi Kawasan dan Jenis Ikan, Ditjen KP3K, Kementrian Kelautan dan Perikanan pada Rabu (11/2/2015) saat konfrensi pers di hotel resort PLTU Paiton.
Agus mengaku, sebelum Hiu tersebut ditemukan mati, upaya untuk mengeluarkan Hiu Paus akan dilakukan pada 6-8 Februari dengan memanfaatkan perubahan pasang surut air laut di intake kanal. “Hiu itu sempat bergerakdari posisi kanal 7-8 ke posisi kanal 3-4 (sekitar 600 meterdari posisi awal).
“Kami sudah melakukan upaya penyelamatan yang maksimal, namunsemua sia-sia, karena hiu tersebut tidak mampu bertahan selama kami melakukan scenario evakuasi,”tukas Agus.(dc/fir)
Rabu 11/02/2015
PAITON
- Tim jejaring penanganan terpadu yang terdiri dari BPSPL Denpasar,
Ditjen KP3K KKP, DKP Provinsi Jawa Timur, DKP Probolinggo, Dokter hewan,
Universitas Brawijaya, edan Tim rescue dari PLTU Paiton yang didukung
oleh LIPI, BalitbangKP, WWF dan JAAN saat melakukan evavakuasi Hiu Paus
membutuhkan waktu selama 4 jam.“Memang membutuhkan waktu yang agak lama dalam proses evakuasi, karena dalam intake kanal PLTU Paiton harus melawan kapasitas sedot air yang mencapai 12,6 km/detik, dan harus memakai alat berat sebagai penunjanh penyelamatan Hiu,”kata Agus Dermawan, Derektur Konsevasi Kawasan dan Jenis Ikan, Ditjen KP3K, Kementrian Kelautan dan Perikanan pada Rabu (11/2/2015) saat konfrensi pers di hotel resort PLTU Paiton.
Agus mengaku, sebelum Hiu tersebut ditemukan mati, upaya untuk mengeluarkan Hiu Paus akan dilakukan pada 6-8 Februari dengan memanfaatkan perubahan pasang surut air laut di intake kanal. “Hiu itu sempat bergerakdari posisi kanal 7-8 ke posisi kanal 3-4 (sekitar 600 meterdari posisi awal).
“Kami sudah melakukan upaya penyelamatan yang maksimal, namunsemua sia-sia, karena hiu tersebut tidak mampu bertahan selama kami melakukan scenario evakuasi,”tukas Agus.(dc/fir)


COMMENTS