Dicko : BromoFM Kamis 26/02/2015 KRAKSAAN-Selama Februari 2015 ini Satuan Satreskrim Polres Probolinggo, menggulung 8 orang palaku ku...
Dicko : BromoFM
Kamis 26/02/2015
KRAKSAAN-Selama Februari 2015 ini Satuan Satreskrim Polres Probolinggo, menggulung 8 orang palaku kusus 3 kasus curas yang merupakan specialis begal dan melakukan aksinya di 11 TKP..
Adalah MY, SP, HC, MI, NH, RN, FR dan MS, masing-masing berasal dari dalam dan luar Kabupaten Probolinggo. Dari tangan masing-masing pelaku, polisi mengamankan 3 celurit, grenda, dan beberapa unit sepeda motor hasil begal. Satu pelaku sempat di dor oleh petugas, karena saat dilakukan penangkapan sempat ada perlawanan dari pelaku.
Kapolres Probolinggo, AKBP Riky Haznul, mengungkapkan dari kejadian di 11 TKP itu yang paling parah adalah di Kecamatan Leces, sebab, setelah 12 jam setelah ditangkap dari kejadian, ternyata pelaku tidak hanya melakukan aksi begal di Kabupaten Probolinggo saja, melainkan ia beraksi di Kabupaten Lumajang dan di Probolinggo Kota.
“Aksi para pelaku melakukan modus dengan cara membegal ditengah jalan raya dengan menggunakan sebilah celurit untuk melukai korban, setelah berhasil membegal, korban langsung ditinggalkan begitu saja,”kata AKBP Riky.
Dengan banyaknya pelaku begal di Kabupaten Probolinggo, lanjutnya, sesuai laporan masyarakat, pelaku rata-rata menggunakan senjata tajam. Kaplores Riky menegaskan, jika ada perlawanan dari pelaku saat penangkapan, petugas jangan segan untuk menghadiahi timah panasnya kepada pelaku.
"Langsung diliumpuhkan saja kalau ada perlawanan dari pihak pelaku,"tukas Kapolres Riky.(dc/fir)
Kamis 26/02/2015
Adalah MY, SP, HC, MI, NH, RN, FR dan MS, masing-masing berasal dari dalam dan luar Kabupaten Probolinggo. Dari tangan masing-masing pelaku, polisi mengamankan 3 celurit, grenda, dan beberapa unit sepeda motor hasil begal. Satu pelaku sempat di dor oleh petugas, karena saat dilakukan penangkapan sempat ada perlawanan dari pelaku.
Kapolres Probolinggo, AKBP Riky Haznul, mengungkapkan dari kejadian di 11 TKP itu yang paling parah adalah di Kecamatan Leces, sebab, setelah 12 jam setelah ditangkap dari kejadian, ternyata pelaku tidak hanya melakukan aksi begal di Kabupaten Probolinggo saja, melainkan ia beraksi di Kabupaten Lumajang dan di Probolinggo Kota.
“Aksi para pelaku melakukan modus dengan cara membegal ditengah jalan raya dengan menggunakan sebilah celurit untuk melukai korban, setelah berhasil membegal, korban langsung ditinggalkan begitu saja,”kata AKBP Riky.
Dengan banyaknya pelaku begal di Kabupaten Probolinggo, lanjutnya, sesuai laporan masyarakat, pelaku rata-rata menggunakan senjata tajam. Kaplores Riky menegaskan, jika ada perlawanan dari pelaku saat penangkapan, petugas jangan segan untuk menghadiahi timah panasnya kepada pelaku.
"Langsung diliumpuhkan saja kalau ada perlawanan dari pihak pelaku,"tukas Kapolres Riky.(dc/fir)


COMMENTS