Dicko Bromo FM Kamis 12/02/2015 KRAKSAAN - Dua hari jelang perayaan valentine, MUI Kabupaten Probolinggo, secara tegas mengharamkan k...
Dicko Bromo FM
Kamis 12/02/2015
KRAKSAAN
- Dua hari jelang perayaan valentine, MUI Kabupaten Probolinggo, secara
tegas mengharamkan kegiatan yang bukan berdasar dari ajaran agama islam
tersebut. Ini bertujuan untuk mencegah kegiatan-kegiatan negative
yang Biasanya dilakukan para anak-anak muda dihari valentine .
Pada hari valentine yang jatuh pada 14 Februari, biasanya anak-anak muda sering menyalah artikan kegiatan tersebut dengan cara bertukar kado, bunga, coklat hingga hal yang mendekati tindakan asusila, yakni berciuman.
Himbuan ini pun, dipertegas MUI Kabupaten Probolinggo melalui surat maklumat yang diedarkan kesemua instansi didaerah setempat.
Surat edaran tersebut berisi maklumat tentang seruan kepada masyarakat khususnya para orang tua dan guru, agar menjaga dan mengontrol putra/putri dan anak didik mereka agar tidak merayakan hari valentine.
“Kami meminta kepala Dinas Pendidikan setempat untuk menghimbau ke setiap sekolah agar mensosialisasikan kepada siswa/siswinya untuk tidak terlibat serta menyambut hari valentine,”ungkap Ketua MUI Kabupaten Probolinggo, KH.Munir Cholili kamis (12/2/2015).
Ini pun senada dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan Keluarga dan Perlindungan Anak MUI pusat, yakni Tutty Alawiya.
Seperti yang dikutip dari berita Tempo.Co pada Kamis, 12 Februari 2015 | 10:54 WIB. Menurut Tutty, kasih sayang tidak harus dirayakan di tanggal tertentu. Perasaan ini bisa ditunjukan setiap hari, terlebih untuk keluarga.
"Jadi kenapa harus menunggu setahun sekali," tegas Tuty.(fly/fir)
Kamis 12/02/2015
KRAKSAAN
- Dua hari jelang perayaan valentine, MUI Kabupaten Probolinggo, secara
tegas mengharamkan kegiatan yang bukan berdasar dari ajaran agama islam
tersebut. Ini bertujuan untuk mencegah kegiatan-kegiatan negative
yang Biasanya dilakukan para anak-anak muda dihari valentine .Pada hari valentine yang jatuh pada 14 Februari, biasanya anak-anak muda sering menyalah artikan kegiatan tersebut dengan cara bertukar kado, bunga, coklat hingga hal yang mendekati tindakan asusila, yakni berciuman.
Himbuan ini pun, dipertegas MUI Kabupaten Probolinggo melalui surat maklumat yang diedarkan kesemua instansi didaerah setempat.
Surat edaran tersebut berisi maklumat tentang seruan kepada masyarakat khususnya para orang tua dan guru, agar menjaga dan mengontrol putra/putri dan anak didik mereka agar tidak merayakan hari valentine.
“Kami meminta kepala Dinas Pendidikan setempat untuk menghimbau ke setiap sekolah agar mensosialisasikan kepada siswa/siswinya untuk tidak terlibat serta menyambut hari valentine,”ungkap Ketua MUI Kabupaten Probolinggo, KH.Munir Cholili kamis (12/2/2015).
Ini pun senada dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan Keluarga dan Perlindungan Anak MUI pusat, yakni Tutty Alawiya.
Seperti yang dikutip dari berita Tempo.Co pada Kamis, 12 Februari 2015 | 10:54 WIB. Menurut Tutty, kasih sayang tidak harus dirayakan di tanggal tertentu. Perasaan ini bisa ditunjukan setiap hari, terlebih untuk keluarga.
"Jadi kenapa harus menunggu setahun sekali," tegas Tuty.(fly/fir)


COMMENTS