Dicko : BromoFM Jum'at 27/02/2015 Sebagai guru Taman Kanak-Kanak (TK) kerap sekali menimbulkan sebuah pertanyaan dari orang-orang s...
Dicko : BromoFM
Jum'at 27/02/2015
Sebagai guru Taman Kanak-Kanak (TK) kerap sekali menimbulkan sebuah pertanyaan dari orang-orang sekitar, sebab, sebagai pengajar anak yang masih usia dini sangat membutuhkan metode yang luar biasa untuk melatih karakter anak tersebut, demikian juga seorang guru TK harus betul-betul melatih kesabaran dan ketelatenannya.
Laila Sa’adah, perempuan asal Desa/Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, ini sudah 2 tahun lamanya menjadi guru TK, hingga saat ini dirinya tidak pernah mengeluh untuk menjalani pengabdiannya mendidik anak usia dini dengan prinsip sebagai penerus Bangsa, selain itu dirinya mempunyai rasa cinta damai terhadap anak usia dini.
Perempuan kelahiran Probolinggo 06 Januari 1988 ini, sangat berkeinginan menggali potensi dan menumbuh kembangkan karakter anak yang nantinya bisa di andalkan akhlak dan kemampuannya sebagai anak yang berpotensi di Negeri Indonesia.”Kenapa saya selalu bersemangat menjadi pengajar sebagai guru TK, sebab bagi saya (Taman Kanak-kanak) diibaratkan sebagai taman, dan anak sebagai bunga yang sedang tumbuh. Seperti taman bagi bunga, TK merupakan tempat yang “subur” bagi perkembangan anak. Berhidmah di taman dengan aroma semerbak wangi bunga dengan segala ke unikannya mempunyai daya tarik tersendiri,” katanya.
Laila, panggilan akrabnnya ini menyebutkan, bahwa untuk mendidik anak usia dini telah menerapkan beberapa karakter, yaitu Religius, Jujur, Akhlak, Disiplin, Nasionalisme, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Menghargai Prestasi, Bersahabat/Komunikatif, Cinta Damai, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Peduli Sosial dan Tanggung Jawab,”bagi saya mengajari sebuah karakter menjadi kunci utatama terhadap anak didik kami,”sebutnya.
Menurut perempuan yang suka nonton ini, menjadi guru TK/RA bukan karena suatu “kebetulan,” melainkan “tujuan” dalam arti disengaja menjadi pilihan. Dengan penuh kesadaran, berbekal pemahaman tujuan dan fungsi pendidikan TK, mereka harus mampu menyelenggarakan kegiatan pembelajaran di TK secara tepat, mampu memodifikasi dan mengembangkan cara pembelajarannya tanpa mengabaikan kaidah-kaidah pedagogis tentang pendidikan anak.(dc/fir)
Jum'at 27/02/2015
Sebagai guru Taman Kanak-Kanak (TK) kerap sekali menimbulkan sebuah pertanyaan dari orang-orang sekitar, sebab, sebagai pengajar anak yang masih usia dini sangat membutuhkan metode yang luar biasa untuk melatih karakter anak tersebut, demikian juga seorang guru TK harus betul-betul melatih kesabaran dan ketelatenannya.
Laila Sa’adah, perempuan asal Desa/Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, ini sudah 2 tahun lamanya menjadi guru TK, hingga saat ini dirinya tidak pernah mengeluh untuk menjalani pengabdiannya mendidik anak usia dini dengan prinsip sebagai penerus Bangsa, selain itu dirinya mempunyai rasa cinta damai terhadap anak usia dini.
Perempuan kelahiran Probolinggo 06 Januari 1988 ini, sangat berkeinginan menggali potensi dan menumbuh kembangkan karakter anak yang nantinya bisa di andalkan akhlak dan kemampuannya sebagai anak yang berpotensi di Negeri Indonesia.”Kenapa saya selalu bersemangat menjadi pengajar sebagai guru TK, sebab bagi saya (Taman Kanak-kanak) diibaratkan sebagai taman, dan anak sebagai bunga yang sedang tumbuh. Seperti taman bagi bunga, TK merupakan tempat yang “subur” bagi perkembangan anak. Berhidmah di taman dengan aroma semerbak wangi bunga dengan segala ke unikannya mempunyai daya tarik tersendiri,” katanya.
Laila, panggilan akrabnnya ini menyebutkan, bahwa untuk mendidik anak usia dini telah menerapkan beberapa karakter, yaitu Religius, Jujur, Akhlak, Disiplin, Nasionalisme, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Menghargai Prestasi, Bersahabat/Komunikatif, Cinta Damai, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Peduli Sosial dan Tanggung Jawab,”bagi saya mengajari sebuah karakter menjadi kunci utatama terhadap anak didik kami,”sebutnya.
Menurut perempuan yang suka nonton ini, menjadi guru TK/RA bukan karena suatu “kebetulan,” melainkan “tujuan” dalam arti disengaja menjadi pilihan. Dengan penuh kesadaran, berbekal pemahaman tujuan dan fungsi pendidikan TK, mereka harus mampu menyelenggarakan kegiatan pembelajaran di TK secara tepat, mampu memodifikasi dan mengembangkan cara pembelajarannya tanpa mengabaikan kaidah-kaidah pedagogis tentang pendidikan anak.(dc/fir)



COMMENTS