Dicko Bromo FM Kamis 05/02/2015 KRAKSAAN - Penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yaitu gigitan nyamuk aedes aegypti sema...
Dicko Bromo FM
Kamis 05/02/2015
KRAKSAAN
- Penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yaitu gigitan nyamuk
aedes aegypti semakin meningkat. Pasalnya, saat ini berdasarkan dari
data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, hingga saat ini
penderitanya bertambah menjadi 177 penderita yang terserang DBD.
Rinciannya pada Januari 2015 terdapat 144 penderita. Sementara selama Februari selama empat hari penderitanya mencapai 33 penderita. Sementara dari 33 penderita tersebut 1 penderita meninggal dunia, yaitu serang anak di Kecamatan Bantaran. Hal ini mdiungkapkan oleh Kepala Dinas KesehATAN Kabupaten Probolinggo, dr.Shodiq Tjahyono melalui Kasi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Wiwik Yulianti.
Wiwik Menuturkan, pada 2015 ini penderita DBD memang mengalami peningkatan yang cukup signifikan, disbanding tahun sebelumnya. Namun, meski begitu Dinkes tetap menyatakan bahwa diKabupaten Probolinggo masih menyatakan siaga KLB.
“Sekitar 60 persen penderita DBD. Jumlah tersebut bisa bertambah karena pasien yang dirawat di rumah sakit belum keseluruhan diinput,”sebut Wiwik.
Dengan begitu, Dinkes melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara benar, dan mengintruksikan kepada petugas puskesmas agar memantau kondisi disepanjang jalan pantura untuk perkembangannya. Selain itu, Dinkes melakukan pengasapan alias fogging sebagai langkah terakhir mdi beberapa Kecamatan .(dc/fir)
Kamis 05/02/2015
KRAKSAAN
- Penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yaitu gigitan nyamuk
aedes aegypti semakin meningkat. Pasalnya, saat ini berdasarkan dari
data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, hingga saat ini
penderitanya bertambah menjadi 177 penderita yang terserang DBD.Rinciannya pada Januari 2015 terdapat 144 penderita. Sementara selama Februari selama empat hari penderitanya mencapai 33 penderita. Sementara dari 33 penderita tersebut 1 penderita meninggal dunia, yaitu serang anak di Kecamatan Bantaran. Hal ini mdiungkapkan oleh Kepala Dinas KesehATAN Kabupaten Probolinggo, dr.Shodiq Tjahyono melalui Kasi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Wiwik Yulianti.
Wiwik Menuturkan, pada 2015 ini penderita DBD memang mengalami peningkatan yang cukup signifikan, disbanding tahun sebelumnya. Namun, meski begitu Dinkes tetap menyatakan bahwa diKabupaten Probolinggo masih menyatakan siaga KLB.
“Sekitar 60 persen penderita DBD. Jumlah tersebut bisa bertambah karena pasien yang dirawat di rumah sakit belum keseluruhan diinput,”sebut Wiwik.
Dengan begitu, Dinkes melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara benar, dan mengintruksikan kepada petugas puskesmas agar memantau kondisi disepanjang jalan pantura untuk perkembangannya. Selain itu, Dinkes melakukan pengasapan alias fogging sebagai langkah terakhir mdi beberapa Kecamatan .(dc/fir)


COMMENTS