Dicko : BromoFM Minggu 08/02/2015 Probolinggo-Meski baru berskala kecil, bursa batu akik di Kabupaten Probolinggo, cukup mengundang ban...
Dicko : BromoFM
Minggu 08/02/2015
Probolinggo-Meski baru berskala kecil, bursa batu akik di Kabupaten Probolinggo, cukup mengundang banyak peminat baik penghobi maupun kolektor, yang datang dari berbagai daerah di jawa timur, bahkan juga dari luar Pulau, pada Sabtu (7/2/2015) siang.
Berbagai jenis batu akik dan permata seperti kali maya, syafir, merah delima, hingga batu jenis bacan dan permata bernilai ratusan juta rupiah, di bawa kolektor pada bursa batu antic, yang digelar Sabtu dan Ahad pada setiap akhir pekan.
Batu mulia jenis batu akik dan permata, tetap masih diburu para penghobi dan kolektor, untuk menambah koleksi batu akiknya. Mulai dari harga ratusan ribu rupiah hingga puluhan juta rupiah, dapat ditemukan pada pagelaran bursa batu mulia tersebut.
Seperti jenis batu mulia yang satu ini misalnya. Batu berjenis natural savir dengan perpaduan warna biru tua dan bening layaknya permata, dijual seharga tujuh juta rupiah. Sedangkan batu berjenis natural pinkish-red star ruby, dengan perpaduan warna merah muda dan merah menyala, dibanderol seharga tujuh puluh lima juta rupiah. Kedua batu mulia tersebut dilengkapi sertifikat resmi dari salah satu tambang permata asal Negara Sri Langka.
Namun, anda tak perlu khawatir jika belum bisa membawa pulang kedua batu mulia tersebut karena harganya yang terbilang mahal. Sejumlah batu mulia lain seharga ratusan ribu hingga jutaan rupiah, juga banyak dijual oleh para kolektor lokal Probolinggo.
Selain berbagai jenis batu mulia, para kolektor juga menyediakan aneka macam pedang sejenis katana dan samurai dari jepang, pedang solingen yang digunakan pasukan Belanda, dan pedang humberg milik pasukan Jerman.
Menurut Slamet seorang kolektor cincin batu mulia, bahwa peminat cincin batu mulia tetap mendominasi kolektor barang antic, berbagai alasan mereka kemukakan untuk berburu cincin batu mulia, mulai dari segi estetika hingga khasiat energi alami bahkan gaib, yang dipercaya dapat muncul saat dipakai pemiliknya.
“Peminat cincin batu mulia tidak hanya dari kalangan tua saja, namun telah merambah kepada kalangan muda,”ujar Slamet.
“Bursa barang antik tersebut, digelar di salah satu hotel dan restauran yang berlokasi jalur pantura Probolinggo, tepatnya di desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo,”tambah Gatot Gayeng, selaku panitia bursa akik dan batu permata.
Minggu 08/02/2015
Probolinggo-Meski baru berskala kecil, bursa batu akik di Kabupaten Probolinggo, cukup mengundang banyak peminat baik penghobi maupun kolektor, yang datang dari berbagai daerah di jawa timur, bahkan juga dari luar Pulau, pada Sabtu (7/2/2015) siang.
Berbagai jenis batu akik dan permata seperti kali maya, syafir, merah delima, hingga batu jenis bacan dan permata bernilai ratusan juta rupiah, di bawa kolektor pada bursa batu antic, yang digelar Sabtu dan Ahad pada setiap akhir pekan.
Batu mulia jenis batu akik dan permata, tetap masih diburu para penghobi dan kolektor, untuk menambah koleksi batu akiknya. Mulai dari harga ratusan ribu rupiah hingga puluhan juta rupiah, dapat ditemukan pada pagelaran bursa batu mulia tersebut.
Seperti jenis batu mulia yang satu ini misalnya. Batu berjenis natural savir dengan perpaduan warna biru tua dan bening layaknya permata, dijual seharga tujuh juta rupiah. Sedangkan batu berjenis natural pinkish-red star ruby, dengan perpaduan warna merah muda dan merah menyala, dibanderol seharga tujuh puluh lima juta rupiah. Kedua batu mulia tersebut dilengkapi sertifikat resmi dari salah satu tambang permata asal Negara Sri Langka.
Namun, anda tak perlu khawatir jika belum bisa membawa pulang kedua batu mulia tersebut karena harganya yang terbilang mahal. Sejumlah batu mulia lain seharga ratusan ribu hingga jutaan rupiah, juga banyak dijual oleh para kolektor lokal Probolinggo.
Selain berbagai jenis batu mulia, para kolektor juga menyediakan aneka macam pedang sejenis katana dan samurai dari jepang, pedang solingen yang digunakan pasukan Belanda, dan pedang humberg milik pasukan Jerman.
Menurut Slamet seorang kolektor cincin batu mulia, bahwa peminat cincin batu mulia tetap mendominasi kolektor barang antic, berbagai alasan mereka kemukakan untuk berburu cincin batu mulia, mulai dari segi estetika hingga khasiat energi alami bahkan gaib, yang dipercaya dapat muncul saat dipakai pemiliknya.
“Peminat cincin batu mulia tidak hanya dari kalangan tua saja, namun telah merambah kepada kalangan muda,”ujar Slamet.
“Bursa barang antik tersebut, digelar di salah satu hotel dan restauran yang berlokasi jalur pantura Probolinggo, tepatnya di desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo,”tambah Gatot Gayeng, selaku panitia bursa akik dan batu permata.



COMMENTS