Dicko Bromo FM Rabu 25/02/2015 Probolinggo - Gejala radikalisme di dunia Islam bukan fenomena yang datang tiba-tiba.Ia lahir dalam ...
Dicko Bromo FM
Rabu 25/02/2015
Rabu 25/02/2015
Probolinggo - Gejala radikalisme di dunia
Islam bukan fenomena yang datang tiba-tiba.Ia lahir dalam situasi politik,
ekonomi, dan sosial budaya yang dianggap sangat merugikan umat Islam. Hal ini
dibahas pada sosialisasi dan diskusi panel tentang perkembangan aliran
radikalisme di Kabupaten Probolinggo, pada Rabu (25/2/2015) di Paiton Resort
Kabupaten Probolinggo.
Pertemuan antara aparat keamanan dan
sejumlah tokoh agama, menyikapi tentang penanganan pelaku teror yang selama ini
sudah melaksanakan sesuai prosedur. Antisipasi dalam upaya penanganan itu
adanya gerakan teror berak di bawah tanah, agar Negara Indonesia berpotensi
untuk menjadi Negara besat, dan tidak terintervensi oleh pihak-pihak tertentu
yang tidak dikehendaki.
Kapt Czi Milyan, mengajak semua undangan
yang hadir untuk mewaspadai bahayanya paham radikalisme, hyang bakal mengancam
kita semua, terutama warga Kabupaten Probolinggo.”Sebab, dalam kondisi seperti
apapun, radikal mencoba melakukan perlawanan. Perlawanan itu muncul dalam
bentuk melawan kembali kelompok yang mengancam eksistensinya,”uarainya.
Sementara itu, KH.Idrus ali, ketua lintas
agama sekaligus ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten
Probolinggo, menuturkan bahwa radikal adalah suatu tujuan untuk merubah suatu
Negara dengan cara-cara kekerasan.
Sikap radikalisme dan terorisme menurutnya,
sebuah reaksi terhadap strategi asing yang ingin membangun pendapat umum dengan
menggunakan sentimen agama, ideologi, kemudian dibenturkan dengan realitas
sosial, ekonomi dan sebagainya.
“Hal ini biasanya terjadi berbagai factor
bersifat local, yaitu maraknya korupsi, ketimpangan sosial dan lainnya. Semoga
dengan adanya sosialisasi ini kita dapat menggambarkan seperti apa dan bagaimana
kita untuk menhindar dan menyikapinya adanya radikalisme,”sebut Ali Idrus.(dc/fir)



COMMENTS