Dicko : BromoFM Kamis 08/01/2015 KRAKSAAN-Albertus Eka Surya Yulianto (10) asal Keluarahan Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan, Kabupat...
Dicko : BromoFM
Kamis 08/01/2015
KRAKSAAN-Albertus Eka Surya Yulianto (10) asal Keluarahan Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, yang terlibat korban AirAsia QZ8501 bersama 3 orang keluarganya, dikenal sosok yang baik dan rajin belajar di sekolahnya.
Hal tersebut diungkapkan oleh beberapa orang teman sekelasnya, di kelas V SD Katolik Kota Kraksaan. Bahkan guru kelasnya pun mengakui, kalau Albertus sosok anak yang cerdas dalam segi pembelajaran.
“Duka yang mendalam samapai sekarang masih membuat tak habis pikir atas kepergiannya, Albertus orangnya baik, tidak pernah sombong terhadap teman-teman di sekolah ini. Dia rendah hati dan tidak nakal,”aku Valen salah satu teman dekat Albertus, saat ditemui disekolahnya Kamis (8/1/2015).
Hal yang sama juga dilontarkan oleh guru kelas Albertus yakni Yohana Ertin, disekolah tersebut dari siswa dan dewan guru seakan-akan tidak terima seorang Albertus mengalami kecelakaan pesawat AirAsia, apa lagi sampai detik ini jasadnya masih belum juga ditemukan. Hal ini membuat luka yang dalam bagi mereka.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran. Albertus memang anak yang baik, cerdas, pandai dan pendiam. Semoha tuhan memberikan yang terbaik untuknya dan mengampuni dosa-dosanya,”ujar Yohana Ertin.(dc/fir)
Kamis 08/01/2015
KRAKSAAN-Albertus Eka Surya Yulianto (10) asal Keluarahan Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, yang terlibat korban AirAsia QZ8501 bersama 3 orang keluarganya, dikenal sosok yang baik dan rajin belajar di sekolahnya.
Hal tersebut diungkapkan oleh beberapa orang teman sekelasnya, di kelas V SD Katolik Kota Kraksaan. Bahkan guru kelasnya pun mengakui, kalau Albertus sosok anak yang cerdas dalam segi pembelajaran.
“Duka yang mendalam samapai sekarang masih membuat tak habis pikir atas kepergiannya, Albertus orangnya baik, tidak pernah sombong terhadap teman-teman di sekolah ini. Dia rendah hati dan tidak nakal,”aku Valen salah satu teman dekat Albertus, saat ditemui disekolahnya Kamis (8/1/2015).
Hal yang sama juga dilontarkan oleh guru kelas Albertus yakni Yohana Ertin, disekolah tersebut dari siswa dan dewan guru seakan-akan tidak terima seorang Albertus mengalami kecelakaan pesawat AirAsia, apa lagi sampai detik ini jasadnya masih belum juga ditemukan. Hal ini membuat luka yang dalam bagi mereka.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran. Albertus memang anak yang baik, cerdas, pandai dan pendiam. Semoha tuhan memberikan yang terbaik untuknya dan mengampuni dosa-dosanya,”ujar Yohana Ertin.(dc/fir)



COMMENTS