Dicko : BromoFM Rabu 07/01/2015 KRAKSAAN-Di Jl.Panjaitan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, puluhan siswa SD katolik kelas V ...
Dicko : BromoFM
Rabu 07/01/2015
KRAKSAAN-Di Jl.Panjaitan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, puluhan siswa SD katolik kelas V menggelar do’a bersama gereja Santo Paulus sekolah setempat. Mereka menggelar do’a bersama atas kepergian sahabatnya Albertus Eka Surya Yulinato (10), yang menjadi korban AirAsia QZ8501 bersama keluarganya yakni Indra Yulianto (51), V S Andrijany (44), dan Stephanie Yulianto (14).
Kegiatan Do’a yang digelar pada Rabu (7/1/2015) ini memantik perhatian dewan guru dan semua murid di sekolah tersebut,”ini luka yang sangat dalam bagi kami. Apa lagi teman kelas disini, dan saya sendiri sebagai teman dekat Albertus selama ini,”kata Valen salah satu teman dekat Albertus.
Valen mengaku, kalau dirinya sampai saat ini belum merasa tenang, sangat sangat trauma dengan kejadian yang menimpa teman dekatnya.”semoga jasadnya cepat ditemukan,”tambah Valen, sambil meneteskan air matanya.
Ertin guru kelas wali kelas Albertus mengatakan, Do’a yang digelar ini adalah sebagai tanda keprihatinan terhadap Albertus (muridnya) bersama keluarganya. Dengan melakukan bakar lilin sambil membawa poster korban disebutnya Requiem Misa, yaitu untuk kematian lambing kebangkitan kristus.
“Albertus adalah anak yang pandai, pendiam dan rajin. Luka yang sangat mendalam bagi kami atas kepergiannya Albertus, semoga tuhan melindunginya,”tutur Ertin.(dc/fir)
Rabu 07/01/2015
KRAKSAAN-Di Jl.Panjaitan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, puluhan siswa SD katolik kelas V menggelar do’a bersama gereja Santo Paulus sekolah setempat. Mereka menggelar do’a bersama atas kepergian sahabatnya Albertus Eka Surya Yulinato (10), yang menjadi korban AirAsia QZ8501 bersama keluarganya yakni Indra Yulianto (51), V S Andrijany (44), dan Stephanie Yulianto (14).
Kegiatan Do’a yang digelar pada Rabu (7/1/2015) ini memantik perhatian dewan guru dan semua murid di sekolah tersebut,”ini luka yang sangat dalam bagi kami. Apa lagi teman kelas disini, dan saya sendiri sebagai teman dekat Albertus selama ini,”kata Valen salah satu teman dekat Albertus.
Valen mengaku, kalau dirinya sampai saat ini belum merasa tenang, sangat sangat trauma dengan kejadian yang menimpa teman dekatnya.”semoga jasadnya cepat ditemukan,”tambah Valen, sambil meneteskan air matanya.
Ertin guru kelas wali kelas Albertus mengatakan, Do’a yang digelar ini adalah sebagai tanda keprihatinan terhadap Albertus (muridnya) bersama keluarganya. Dengan melakukan bakar lilin sambil membawa poster korban disebutnya Requiem Misa, yaitu untuk kematian lambing kebangkitan kristus.
“Albertus adalah anak yang pandai, pendiam dan rajin. Luka yang sangat mendalam bagi kami atas kepergiannya Albertus, semoga tuhan melindunginya,”tutur Ertin.(dc/fir)



COMMENTS